Waspada Modus Baru, Ketika Ganja Menyusup ke Tren Vape Anak Muda

2 hours ago 2

Penyelundupan ganja seberat 3,37 ton asal Thailand digagalkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Polda Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Penyelundupan ganja seberat 3,37 ton asal Thailand digagalkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Polda Jawa Timur. Pengungkapan jaringan internasional ini menjadi perhatian, utamanya terkait ancaman peredaran narkotika yang menyasar generasi muda di Indonesia.

Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai pengungkapan dalam jumlah masif ini merupakan bentuk pelaksanaan tugas negara dalam melindungi masyarakat. Menurutnya, kasus ini harus dijadikan momentum untuk meningkatkan edukasi publik mengenai bahaya narkoba.

"Sering kali masyarakat hanya melihat persoalan narkoba ketika barang haram itu sudah beredar. Padahal, keberhasilan terbesar justru ketika aparat mampu menghentikannya sebelum sampai ke tangan masyarakat. Itulah yang terjadi dalam pengungkapan kasus ini," kata Fernando dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Sabtu (4/7/2026).

Pencegahan di pintu masuk negara dianggap menjadi krusial mengingat anak muda sering kali menjadi target utama peredaran. Pengungkapan kasus yang bertepatan dengan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) dan Hari Bhayangkara ke-80 ini diharapkan tidak sekadar menjadi catatan seremonial, melainkan menjadi tolok ukur penegakan hukum yang berjalan secara terintegrasi.

Salah satu poin yang dinilai mendesak untuk diwaspadai dalam kasus ini adalah adanya indikasi perubahan strategi sebaran dari sindikat narkotika. Berdasarkan hasil investigasi, terdapat dugaan bahwa pasokan ganja tersebut akan diolah menjadi cairan rokok elektronik (vape), produk yang saat ini populer di kalangan remaja dan dewasa muda.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|