Wasit Omar Artan Ditolak Masuk AS, Gagal Tampil di Piala Dunia 2026

1 hour ago 2

Jumali

Jumali Selasa, 09 Juni 2026 13:07 WIB

Wasit Omar Artan Ditolak Masuk AS, Gagal Tampil di Piala Dunia 2026

Wasit Omar Artan/Instagram

Harianjogja.com, JOGJA — Sebuah kabar mengejutkan datang menimpa wasit Omar Artan menjelang bergulirnya turnamen sepak bola terakbar di dunia.

Sosok pengadil lapangan hijau berpaspor Somalia ini dipastikan batal mengambil peran penting di Piala Dunia 2026. Hal ini terjadi setelah dirinya mendapatkan penolakan resmi untuk menginjakkan kaki di Amerika Serikat (AS).

Meskipun harus menerima kenyataan pahit tersebut, sang pengadil menegaskan bahwa dirinya enggan larut dalam kekecewaan. Ia memilih untuk tetap memelihara pola pikir positif dalam menghadapi situasi pelik ini.

Melalui sebuah rilis resmi yang dikeluarkan oleh FIFA, wasit Omar Artan menyatakan komitmennya untuk tetap tegak berdiri demi menatap kelanjutan karier profesionalnya.

“Terlepas dari keadaan yang terjadi, saya tetap dalam suasana hati yang baik dan fokus pada tantangan berikutnya dalam karier perwasitan saya,” tutur Artan, dikutip Selasa (9/6/2026).

Aksi pencekalan terhadap pria asal Afrika ini dilakukan secara langsung oleh petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP). Momen tersebut berlangsung ketika dirinya baru saja mendarat di Bandara Internasional Miami setelah menempuh penerbangan panjang dari Istanbul.

Petugas berwenang mengklaim sang pengadil tidak berhasil melewati kriteria kelayakan dokumen di area pemeriksaan tambahan. Kendati demikian, pihak agensi perbatasan sama sekali tidak membeberkan alasan spesifik di balik keputusan penolakan tersebut.

Dampak dari insiden keimigrasian ini membuat FIFA segera mengambil sikap tegas dengan mencoret namanya. Organisasi tertinggi sepak bola tersebut memastikan bahwa ia tidak akan dilibatkan dalam sesi pembekalan taktis maupun mandat memimpin laga sepanjang turnamen.

Pihak FIFA juga menggarisbawahi bahwa penegakan hukum di area perbatasan merupakan hak mutlak milik kedaulatan negara penyelenggara. Oleh sebab itu, federasi sejagat ini tidak memiliki ruang intervensi hukum untuk mencampuri kebijakan domestik tersebut.

Di balik ujian berat yang menimpanya, sang pengadil mengaku sangat tersentuh oleh besarnya gelombang simpati yang mengalir. Secara khusus, ia mengapresiasi loyalitas yang ditunjukkan oleh FIFA serta Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) selama masa sulit ini.

Ungkapan rasa terima kasih juga ia sematkan kepada pihak internal keluarga besar serta jejaring pencinta sepak bola di seluruh dunia.

“Saya berjanji akan terus menjaga standar perwasitan saya dan fokus pada masa depan,” ujarnya penuh optimisme.

Semangat tinggi yang berkobar dalam diri wasit Omar Artan menjadi bukti profesionalitasnya sebagai korps baju hitam di level internasional. Ia pun menaruh harapan besar agar dedikasinya di atas rumput hijau kelak dapat membuka pintu kesempatan emas pada ajang bergengsi lain di masa yang akan datang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|