Wamenlu Anis Matta Yakin Kemerdekaan Palestina Sangat Dekat, Ini Alasannya

7 hours ago 7

Berbagai elemen masyarakat menggelar aksi menyuarakan penolakan terhadap penjajahan saat peringatan 78 Tahun Nakba atau Tragedi Pengusiran Rakyat Palestina oleh Zionis Israel, di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jumat (15/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Anis Matta menilai perjuangan kemerdekaan Palestina telah memasuki babak baru dan hal itu tak lama lagi terwujud. Menurut dia, isu Palestina kini tidak lagi sekadar menjadi perjuangan rakyat Palestina melawan penjajahan, melainkan telah berkembang menjadi pertarungan antara kemanusiaan dan anti-kemanusiaan.

"Saya adalah orang yang sangat optimistis bahwa kemerdekaan Palestina itu jauh lebih dekat daripada yang kita bayangkan," ujarnya dalam wawancara di televisi swasta belakangan.

Ia menyimpulkan, perjuangan kemerdekaan Palestina sudah sampai pada satu level yang saya sebut sebagai perang antara kemanusiaan dan anti-kemanusiaan.

Menurut Anis, gelombang dukungan internasional yang terus meluas dipicu oleh genosida yang terjadi di Gaza sejak 2023 hingga saat ini. Tragedi kemanusiaan tersebut, kata dia, telah membuka mata masyarakat dunia terhadap realitas yang berlangsung di Palestina.

"Orang memandang bahwa yang kita saksikan ini bukan sekadar penjajahan. Ini genosida yang nyata. Karena itu, isu Palestina bukan lagi milik rakyat Palestina semata, tetapi sudah menjadi milik seluruh manusia di dunia," ujar ketua umum Partai Gelora tersebut.

Anis mencontohkan keterlibatan warga berbagai negara dalam aksi solidaritas internasional, termasuk misi kemanusiaan Global Flotilla. Menurut dia, partisipasi warga negara-negara Eropa dalam berbagai gerakan solidaritas menunjukkan bahwa konflik Palestina telah melampaui batas identitas agama maupun kawasan.

"Israel sekarang tidak sedang melawan rakyat Palestina. Yang mereka hadapi adalah masyarakat manusia. Itu yang mereka lawan," kata dia.

Anis menilai berbagai operasi militer Israel di Gaza yang menyebabkan kehancuran luas dan pengungsian massal justru semakin menggerus legitimasi moral negara tersebut di mata dunia.

"Semua langkah yang dilakukan Israel di Gaza hanya akan menghancurkan moral ground Israel di mata dunia. Basis moral yang selama ini menjadi alasan berdirinya negara itu semakin habis," ujarnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|