Turkish Aerospace Ungkap Peluang Besar Indonesia di Industri Penerbangan Dunia

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Industri dirgantara Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok global di tengah meningkatnya kebutuhan produksi pesawat dan komponen penerbangan dunia. Ketersediaan sumber daya industri, posisi strategis di Asia Tenggara, serta berkembangnya kapabilitas manufaktur menjadi modal penting untuk menangkap peluang tersebut.

Managing Director PT Turkish Aerospace Indonesia (TAID) Adi Aviantoro mengatakan, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi salah satu pemain penting dalam ekosistem dirgantara global. Namun, peluang tersebut membutuhkan penguatan kolaborasi antara industri, pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha dalam negeri.

"Kami ingin mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam satu platform kolaborasi untuk memperkuat ekosistem dirgantara nasional, meningkatkan kapabilitas industri, serta membuka lebih banyak peluang bagi perusahaan Indonesia untuk berpartisipasi dalam rantai pasok global," kata Adi dalam Indonesia Aerospace Ecosystem Forum (IAEF) 2026 di Bandung, Selasa (9/6/2026).

Menurut Adi, perubahan lanskap industri dirgantara global membuka ruang bagi negara-negara berkembang untuk mengambil peran yang lebih besar dalam rantai pasok internasional. Kebutuhan produksi yang terus meningkat, restrukturisasi rantai pasok global, serta perkembangan teknologi menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan Indonesia.

Ia mengatakan, potensi tersebut menjadi salah satu alasan Turkish Aerospace (TUSAŞ) memilih Indonesia sebagai basis strategis di kawasan Asia Tenggara. Langkah itu diwujudkan melalui pembentukan PT Turkish Aerospace Indonesia yang mulai beroperasi sejak 2022 untuk mendukung kebutuhan engineering services global.

Industrialization Operations Manager Turkish Aerospace (TUSAŞ) Emrah Ekri menilai Indonesia memiliki sejumlah keunggulan kompetitif untuk mengembangkan industri dirgantara. Selain didukung sumber daya yang kompetitif, Indonesia juga memiliki basis industri manufaktur yang terus berkembang dan lokasi yang strategis di kawasan.

"Dengan pengembangan ekosistem yang kuat dan berkelanjutan, Indonesia memiliki peluang besar untuk memainkan peran yang lebih signifikan dalam rantai pasok dirgantara global," ujar Emrah.

Menurut dia, penguatan industri dirgantara nasional memerlukan keterlibatan lebih luas dari perusahaan dalam negeri yang memiliki kompetensi di bidang machining, special process, engineering services, hingga berbagai layanan manufaktur pendukung lainnya.

Indonesia Aerospace Ecosystem Forum 2026 digelar untuk mempertemukan pelaku industri, regulator, akademisi, dan mitra global guna membahas peluang pengembangan industri dirgantara nasional. Forum tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi industri dalam negeri sekaligus memperbesar peluang perusahaan Indonesia masuk ke rantai pasok dirgantara dunia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|