REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tudingan publik jika Amerika Serikat telah melanggar hukum internasional usai peristiwa penyerangan terhadap Venezuela dan penculikan Presiden Nicolas Maduro ditanggapi enteng oleh Presiden Donald Trump.
Trump menyatakan, hanya “moralitasnya sendiri” yang dapat menghalangi ambisinya usai penculikan yang menggegerkan publik tersebut.“Moralitas saya sendiri. Pikiran saya sendiri. Hanya itu yang bisa menghentikan saya,”kata Trump kepada The New York Times dilansir Al Jazeera, Kamis (8/1/2026) waktu setempat.
“Saya tidak butuh hukum internasional. Saya tidak berniat menyakiti orang lain,"tambah Trump.
Kepala Hak Asasi Manusia PBB Volker Turk memperingatkan bahwa operasi militer AS baru-baru ini di Venezuela telah merusak prinsip-prinsip dasar hukum internasional yang mengatur larangan penggunaan kekerasan.
Melalui sebuah pesan yang diunggah di X pada Selasa (6/1), Turk menekankan: "Operasi militer AS di Venezuela telah merusak prinsip dasar hukum internasional: Negara tidak boleh menggunakan kekerasan untuk mengejar klaim teritorial atau tuntutan politik mereka".
Komentar tersebut muncul menyusul eskalasi dramatis setelah berbulan-bulan ketegangan antara Washington dan Caracas. Pada Sabtu (3/1/2026) dini hari, pasukan AS melancarkan operasi besar-besaran di Venezuela, yang bertepatan dengan peringatan penggulingan Manuel Antonio Noriega dari Panama.
sumber : Antara

1 month ago
19

















































