Jakarta, CNBC Indonesia — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menarik pasukan militer AS dari Italia dan Spanyol, sehari setelah menyatakan tengah mempertimbangkan pengurangan jumlah pasukan di Jerman.
Mengutip The Guardian, Sabtu (2/5/2026), ancaman tersebut muncul setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut Amerika Serikat "dipermalukan" oleh Iran, serta di tengah kritik Trump terhadap sekutu NATO yang dinilai tidak membantu membuka kembali Selat Hormuz.
Saat ditanya apakah ia akan mempertimbangkan penarikan pasukan dari Italia dan Spanyol, Trump menjawab, "Mungkin saja... kenapa tidak? Italia tidak membantu kami dan Spanyol sangat buruk, benar-benar buruk."
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyatakan bahwa pemerintahnya tetap bekerja sama dengan sekutu, namun selalu dalam kerangka hukum internasional.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto mengatakan dirinya "tidak memahami" alasan ancaman tersebut dan menolak tuduhan bahwa Italia tidak membantu Amerika Serikat, khususnya dalam keamanan maritim.
Menurut laporan The Guardian, sekitar 13.000 personel militer AS ditempatkan di tujuh pangkalan angkatan laut di Italia. Di Spanyol, sekitar 3.800 personel ditempatkan di dua fasilitas bersama, yakni pangkalan angkatan laut Rota dan pangkalan udara Morón.
Spanyol sebelumnya menolak memberikan izin penggunaan pangkalan militer bersama untuk serangan terhadap Iran. Italia juga menolak penggunaan pangkalan udara di Sisilia untuk pesawat AS yang membawa senjata ke Iran.
Data dari US Defense Manpower Data Center menunjukkan bahwa pada akhir tahun lalu, sekitar 68.000 personel militer aktif AS ditempatkan di Eropa, dengan lebih dari setengahnya-sekitar 36.400-berada di Jerman.
Belum jelas seberapa besar dukungan terhadap rencana penarikan pasukan tersebut. Kehadiran militer AS di Eropa selama ini menjadi basis logistik utama untuk operasi di berbagai wilayah, termasuk Irak, Afghanistan, dan Iran.
(mkh/mkh)
Addsource on Google


















































