REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah tidak menyurutkan minat masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah umrah. Penyelenggara perjalanan haji dan umrah menyebut antusiasme jamaah tetap tinggi, bahkan pendaftaran untuk beberapa periode keberangkatan ke depan terus mengalir.
Direktur Utama travel haji dan umrah Bariklana Burdah Nusantara, Abdullah Mufid Mubarrok mengatakan, jamaah Indonesia yang sudah berada di Tanah Suci tetap dapat menjalankan ibadah dengan baik meski situasi kawasan sedang diliputi konflik.
“Sejauh ini jamaah umrah Indonesia yang sudah berada di Makkah atau Madinah bisa menjalankan ibadah di akhir Ramadhan dengan baik,” ujar Mufid saat dihubungi Republika, Selasa (17/3/2026).
Ia mencontohkan rombongan jamaah dari Bariklana Tour yang baru saja menuntaskan rangkaian ibadah umrah pada Ramadhan tahun ini. Seluruh jamaah telah kembali ke Tanah Air dengan selamat pada 13 Maret 2026.
Dalam rombongan tersebut terdapat sejumlah tokoh keluarga ulama, di antaranya Nyai Hizbiyah Wahab dan Nyai Mundjidah Wahab, yang merupakan cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, KH Abdul Wahab Chasbullah. Rombongan itu terbang langsung dari Jeddah menuju Surabaya.
Menurut Mufid, perjalanan langsung masih menjadi pilihan utama jamaah karena dinilai lebih nyaman dan mempersingkat waktu perjalanan.

3 hours ago
5

















































