Sejarah Mudik, Tradisi Sejak Zaman Pra-Majapahit

7 hours ago 6

Oleh: Karta Raharja Ucu, Jurnalis Republika

Mudik menjadi tradisi saat Hari Raya tiba. Hampir semua penganut agama memiliki tradisi mudik saat hari raya, termasuk Islam saat Idul Fitri atau Lebaran.

Semua dilakukan untuk bisa mudik Lebaran. Demi bersilaturahim dan berkumpul dengan keluarga besar di hari raya Idul Fitri, jutaan orang rela membelah aspal jalan tol, antre masuk kapal laut, hingga pesawat udara.

Ternyata, mudik sudah menjadi budaya di negeri ini. Bisa jadi tradisi mudik menjadi fenomena mengangumkan di mata dunia.

Masyarakat Betawi yang punya Jakarta, juga mengenal istilah kata mudik yang berlawanan dengan kata milir. Bila mudik berarti pulang, maka milir berarti pergi.

Kata milir merupakan turunan dari belilir yang berarti, 'pergi ke utara.' Dahulu, tempat usaha banyak berada di wilayah utara--lihat sejarah Batavia dan Sunda Kelapa. Karena itulah, kata mudik bermakna 'selatan.'

Pendapat lain mengatakan, kaum urban di Sunda Kelapa--cikal bakal Jakarta--sudah ada sejak abad pertengahan. Orang-orang dari luar Jawa mencari nafkah ke tempat ini, menetap dan pulang kembali ke kampungnya saat hari raya Idul Fitri tiba.

Karena itulah, kata mudik dalam istilah Betawi juga mengartikan 'menuju udik' (pulang kampung).

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|