Toyota Kuasai 41,2 Persen Produksi Mobil Indonesia, Ini Datanya

6 hours ago 5


Harianjogja.com, JOGJA—Toyota menjadi penyumbang terbesar produksi mobil di Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2026. Dari total 859.256 unit mobil yang diproduksi 32 produsen, sebanyak 353.778 unit berasal dari Toyota atau setara 41,2 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa lebih dari empat dari setiap 10 mobil yang diproduksi di Indonesia selama delapan bulan pertama 2026 berasal dari Toyota. Data tersebut merupakan catatan produksi, sehingga tidak sama dengan pangsa penjualan mobil di pasar domestik.

Secara keseluruhan, produksi mobil nasional juga mengalami pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Januari-Agustus 2025, jumlah produksi tercatat 757.432 unit, sehingga produksi tahun ini meningkat 13,4 persen.

Data tersebut sekaligus memperlihatkan posisi kuat produsen Jepang dalam rantai produksi otomotif Indonesia. Di antara 32 produsen yang melakukan kegiatan produksi, Toyota menjadi merek dengan volume terbesar, disusul Mitsubishi Motors dan Daihatsu.

Toyota Produksi 353.778 Unit

Toyota mencatat produksi 353.778 unit selama Januari-Agustus 2026. Jika dibandingkan dengan total produksi nasional sebanyak 859.256 unit, kontribusinya mencapai 41,2 persen.

Portofolio kendaraan yang diproduksi Toyota di Indonesia cukup beragam. Produksinya mencakup kendaraan bermesin bensin hingga kendaraan elektrifikasi, antara lain bZ4X, Yaris Cross, Yaris Cross Hybrid, Avanza, Veloz, Innova, Innova Zenix, dan Fortuner.

Besarnya kontribusi Toyota membuat perubahan volume produksi merek tersebut ikut berpengaruh terhadap gambaran industri otomotif nasional. Namun, produksi Toyota tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan konsumen di dalam negeri karena industri otomotif Indonesia juga menjalankan aktivitas ekspor.

Dengan demikian, angka produksi tidak dapat langsung dibaca sebagai jumlah mobil Toyota yang terjual di Indonesia. Sebagian kendaraan yang diproduksi di fasilitas dalam negeri juga ditujukan untuk pasar luar negeri.

Mitsubishi Motors Berada di Posisi Kedua

Setelah Toyota, Mitsubishi Motors menjadi produsen dengan volume produksi terbesar kedua. Sepanjang Januari-Agustus 2026, Mitsubishi Motors mencatat produksi 130.025 unit atau sekitar 15,1 persen dari total produksi nasional.

Sejumlah model Mitsubishi yang diproduksi di Indonesia antara lain Xpander, Xpander Cross, Xforce, Destinator, dan Pajero Sport. Sebagian besar kendaraan yang dipasarkan Mitsubishi di Indonesia tersebut diproduksi secara lokal.

Kontribusi Mitsubishi memperlihatkan bahwa produksi kendaraan di Indonesia tidak hanya bertumpu pada satu produsen. Merek tersebut menjadi salah satu pemain utama yang menjaga volume produksi kendaraan roda empat nasional.

Daihatsu Tempati Posisi Ketiga

Daihatsu berada di urutan berikutnya dengan produksi 100.213 unit selama delapan bulan pertama 2026. Produksi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kendaraan yang menggunakan merek Daihatsu, tetapi juga kendaraan untuk merek lain yang diproduksi melalui fasilitas PT Astra Daihatsu Motor.

Kendaraan yang diproduksi Daihatsu antara lain Xenia, Rocky, Luxio, Gran Max, Bongo, hingga Town Lite. Fasilitas produksi Daihatsu juga memiliki sejarah memproduksi kendaraan untuk Toyota dan Mazda, termasuk sejumlah model yang dikembangkan sebagai produk kembar. Data fasilitas produksi regional Jepang juga mencatat model seperti Xenia, Gran Max, Luxio, Bongo, serta sejumlah kendaraan Toyota dalam portofolio produksi Astra Daihatsu Motor.

Hubungan produksi antarmerek tersebut membuat volume Daihatsu tidak bisa semata-mata dilihat dari jumlah kendaraan berlogo Daihatsu. Pabrik yang sama dapat menjadi bagian dari rantai pasok untuk memenuhi kebutuhan produksi merek lain.

Produksi Mobil Nasional Tumbuh 13,4 Persen

Jika tiga produsen terbesar tersebut digabungkan, Toyota, Mitsubishi Motors, dan Daihatsu menyumbang sebagian besar produksi mobil nasional selama Januari-Agustus 2026. Toyota sendiri mengambil porsi 41,2 persen, sementara Mitsubishi Motors dan Daihatsu masing-masing berada di kisaran 15 persen dan 11,7 persen.

Di luar tiga merek tersebut, produsen lain juga ikut mengisi kapasitas produksi kendaraan di Indonesia. Data yang tersedia menunjukkan Suzuki mencatat produksi 56.699 unit, sedangkan BYD mencapai 24.877 unit dan Jaecoo 23.021 unit hingga Agustus 2026.

Kehadiran produsen Tiongkok dalam daftar produksi menjadi salah satu perkembangan yang menarik. Sejumlah merek baru tidak lagi hanya mengandalkan kendaraan impor, tetapi mulai membangun atau menggunakan fasilitas produksi lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Perubahan tersebut berlangsung ketika industri otomotif nasional mencatat pertumbuhan produksi secara keseluruhan. Kenaikan dari 757.432 unit pada Januari-Agustus 2025 menjadi 859.256 unit pada periode yang sama 2026 berarti ada tambahan lebih dari 100.000 unit produksi dalam satu tahun.

Bagi industri otomotif Indonesia, peningkatan produksi tersebut juga berlangsung di tengah perubahan komposisi pemain. Merek Jepang masih mendominasi volume produksi, sementara merek Tiongkok secara bertahap memperbesar aktivitas manufaktur lokal, termasuk melalui kendaraan listrik dan model-model baru.

Pada saat yang sama, data produksi perlu dibaca berbeda dengan data penjualan. Gaikindo mencatat penjualan wholesale domestik Januari-Agustus 2026 mencapai 599.491 unit, sedangkan penjualan retail berada di angka 594.984 unit.

Perbedaan antara produksi dan penjualan tersebut penting bagi pembaca karena kendaraan yang diproduksi di Indonesia dapat diperuntukkan bagi pasar domestik maupun ekspor. Karena itu, dominasi Toyota sebesar 41,2 persen menunjukkan besarnya kontribusi Toyota terhadap aktivitas manufaktur kendaraan di Indonesia, bukan berarti Toyota menguasai 41,2 persen penjualan mobil nasional.

Data produksi hingga Agustus 2026 sekaligus menempatkan Toyota, Mitsubishi Motors, dan Daihatsu sebagai tiga produsen dengan volume terbesar, ketika total produksi nasional terus bergerak naik dan semakin banyak merek baru mulai mengambil bagian dalam kegiatan manufaktur kendaraan di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|