Piala Raja HB X 2026 Dibuka, Tahun Depan Bidik Peserta Luar Negeri

3 hours ago 3

Harianjogja.com, JOGJA— Kejuaraan Nasional Bulutangkis Piala Raja Hamengku Buwono X ke-2 2026 resmi dibuka di GOR Lembah Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (15/9/2026). Ajang ini diharapkan tidak hanya menjadi arena persaingan atlet, tetapi juga bagian dari proses pembinaan menuju prestasi.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X saat membuka kejuaraan tersebut menekankan pentingnya kemauan dan kesungguhan atlet dalam menjalani proses. Menurut Sultan, pengalaman bertanding dan tekad menjadi bagian penting agar atlet dapat berkembang menjadi pemain profesional.

"Kalau saya hanya menyediakan piala, karena bagaimanapun ini menyangkut salah satu dari pembinaan untuk mencapai prestasi," ujarnya.

Karena itu, Sultan berharap para peserta Piala Raja memiliki antusiasme tinggi dan memanfaatkan kejuaraan tersebut untuk menunjukkan keseriusan dalam mengejar prestasi.

Sultan Tekankan Proses Pembinaan Atlet

Bagi Sultan, Piala Raja seharusnya tidak berhenti pada upaya mencari pemenang. Kejuaraan tersebut perlu menjadi ruang bagi atlet untuk bertumbuh sekaligus semakin matang dalam menjalani perjalanan sebagai atlet.

Kompetisi memang mencari pemain terbaik. Namun, menurut Sultan, proses menuju prestasi memiliki nilai yang lebih panjang dibandingkan sekadar hasil pertandingan.

"Di dalam proses itulah disiplin ditempa, sportivitas dijaga, persahabatan dibangun, dan kehormatan seorang atlet dipertaruhkan," ujarnya.

Sultan juga berpesan kepada para atlet agar bertanding dengan kemampuan terbaik. Mereka diminta menemukan irama permainan, menghormati lawan, mendengarkan arahan pelatih, dan menjaga martabat pertandingan.

Menurut Sultan, prestasi dapat membawa seorang atlet menuju podium. Namun, karakter menjadi penentu apakah kehormatan tetap melekat ketika seorang atlet sudah meninggalkan podium.

Melalui Piala Raja, Sultan berharap muncul atlet-atlet yang tidak hanya tangguh dari sisi teknik, tetapi juga matang secara mental dan luhur dalam sikap.

"Atlet yang mampu menang tanpa kehilangan kerendahan hati, serta mampu menerima kekalahan tanpa kehilangan kehormatan. Sebab dalam olahraga, kemenangan tertinggi adalah ketika kemampuan dan keluhuran budi berjalan seiring," lanjutnya.

Pesan tersebut menempatkan pengalaman bertanding sebagai bagian penting dalam perjalanan atlet. Dengan demikian, kejuaraan tidak hanya menjadi tempat menentukan siapa yang keluar sebagai juara, tetapi juga menjadi bagian dari proses membentuk karakter peserta.

Tahun Depan Piala Raja Bidik Peserta Luar Negeri

Perkembangan lain muncul dari rencana penyelenggaraan Piala Raja pada tahun berikutnya. Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Ricky Subagja mengatakan penyelenggaraan tahun kedua mendapat antusiasme lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Hal tersebut terlihat dari jumlah peserta yang meningkat. Ricky berharap para atlet memanfaatkan kesempatan di Piala Raja untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengejar poin ranking.

PP PBSI, kata Ricky, mengapresiasi keberlanjutan penyelenggaraan Piala Raja. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terus berupaya mengembangkan kejuaraan tersebut.

Salah satu target yang disiapkan untuk penyelenggaraan tahun depan adalah menghadirkan peserta dari luar negeri.

"Tahun depan insya allah akan menambah peserta dari luar negeri. Nah ini tentunya PP PBSI merasa terbantu ya," ujarnya.

Menurut Ricky, rencana menghadirkan atlet asing perlu mempertimbangkan sejumlah hal, termasuk poin ranking dan hadiah yang disiapkan dalam kejuaraan.

PP PBSI juga akan berkoordinasi apabila nantinya peserta yang diundang berasal dari negara-negara ASEAN maupun Asia. Hal tersebut berkaitan dengan komunikasi dengan Badminton Asia.

"Nanti kita akan koordinasi karena kalau diundang dari negara-negara ASEAN atau Asia ini sama dengan nanti Badminton Asia. Nah ini nanti akan kita komunikasikan."

Jika rencana tersebut terealisasi, Piala Raja tidak hanya menjadi ajang bagi atlet dalam negeri untuk berkompetisi. Keikutsertaan peserta dari luar negeri juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan cakupan persaingan dalam kejuaraan yang digelar di Jogja tersebut.

Piala Raja Jadi Wadah Pembibitan Atlet DIY

Selain mengejar peningkatan kualitas kompetisi, Ricky berharap Piala Raja dapat membuat masyarakat di Jogja semakin menyukai bulu tangkis. Kejuaraan tersebut juga diharapkan membuka peluang bagi munculnya atlet baru dari Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ricky menyebut Piala Raja dapat menjadi wadah untuk menjaring bibit-bibit atlet dari wilayah ini. Dengan keberlanjutan kompetisi, kesempatan bagi atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding juga semakin terbuka.

"Untuk terus bagaimana bulu tangkis digemari, dan bahkan tidak menutup kemungkinan lahir bibit-bibit baru yang berasal dari Yogyakarta," lanjutnya.

Dengan demikian, penyelenggaraan Piala Raja HB X ke-2 2026 membawa dua kepentingan sekaligus. Di satu sisi, para atlet mendapat ruang untuk berkompetisi, mengasah kemampuan, dan mengejar poin ranking; di sisi lain, kejuaraan ini diarahkan menjadi bagian dari pembinaan serta penjaringan bibit bulu tangkis dari Jogja.

Rencana menghadirkan peserta luar negeri pada tahun depan menjadi langkah berikutnya yang diharapkan dapat memperluas persaingan Piala Raja. Sementara pada edisi 2026, pesan Sultan kepada atlet menempatkan disiplin, sportivitas, persahabatan, dan kehormatan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pencapaian prestasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|