Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat, Tina Wiryawati.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat, Tina Wiryawati, mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Barat mulai menerapkan pemanfaatan energi terbarukan dalam operasional perusahaan. Langkah ini dinilai penting untuk menekan biaya operasional sekaligus mendukung komitmen daerah terhadap pembangunan berkelanjutan.
Tina menyebut, saat ini Jawa Barat memiliki sekitar 41 BUMD yang bergerak di berbagai sektor strategis. Menurutnya, efisiensi menjadi kunci agar BUMD dapat berkontribusi optimal terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dan pelayanan publik.
“Dengan jumlah BUMD cukup banyak, efisiensi harus menjadi perhatian serius. Salah satu upaya konkret yang bisa dilakukan adalah pemanfaatan energi terbarukan, misalnya pemasangan panel surya (solar panel) di gedung-gedung operasional BUMD,” ujar Tina kepada Republika, Rabu (4/2/2026).
Ia menilai, penggunaan energi surya dapat secara signifikan menekan biaya listrik jangka panjang. Selain itu, langkah tersebut sejalan dengan kebijakan transisi energi dan pengurangan emisi karbon yang tengah didorong pemerintah pusat maupun daerah.
Tina menegaskan, investasi awal penerapan energi terbarukan memang butuh perencanaan matang. Namun, manfaat jangka panjangnya diyakini jauh lebih besar, baik dari efisiensi anggaran maupun citra BUMD sebagai perusahaan ramah lingkungan.
“BUMD harus mulai berani berinovasi dan tidak hanya bergantung pada pola operasional konvensional. Energi terbarukan ini bukan hanya soal lingkungan, juga daya saing dan keberlanjutan usaha,” katanya.
Komisi III DPRD Jawa Barat, lanjut Tina, akan mendorong kajian menyeluruh terkait potensi penerapan energi terbarukan di BUMD, termasuk skema pembiayaan dan kerja sama dengan pihak terkait. Ia berharap, langkah ini menjadi contoh bagi sektor lain dalam mendorong efisiensi dan pembangunan hijau di Jawa Barat.

1 hour ago
1















































