Tetangga RI Jadi Korban Perang Iran, Demo Buruh Berujung Chaos

7 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi protes buruh pabrik di sebuah kota yang berbatasan dengan New Delhi, India, berujung pada kerusuhan hebat pada Senin waktu setempat. Demonstrasi yang menuntut kenaikan upah tersebut berubah menjadi anarkis hingga memaksa aparat kepolisian menggunakan kekuatan fisik untuk membubarkan massa yang mengamuk.

Gejolak demonstrasi di Noida, negara bagian Uttar Pradesh, India Utara ini dipicu oleh melonjaknya biaya hidup di tengah berkecamuknya perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Selain tekanan inflasi, para buruh menuntut kenaikan upah setelah adanya implementasi kenaikan gaji sebesar 35% bagi pekerja di negara bagian tetangga.

Noida sendiri merupakan kawasan industri besar yang menampung ribuan unit pabrik di wilayah tersebut. Protes sporadis mulai bermunculan setelah tersebar berita mengenai keputusan pemerintah negara bagian tetangga, Haryana, yang baru-baru ini menaikkan upah para pekerjanya secara signifikan.

Pemicu pecahnya kekerasan massal ini dilaporkan berawal dari sebuah rumor yang menyebutkan bahwa tuntutan serupa yang diajukan oleh para buruh di Noida telah ditolak mentah-mentah oleh pihak berwenang.

"Kabar burung tersebut dengan cepat menyulut emosi massa yang merasa diperlakukan tidak adil di tengah krisis ekonomi yang melanda," tulis laporan RT, Rabu (15/4/2026).

Massa yang marah kemudian mulai membakar kendaraan dan melakukan pelemparan batu di berbagai sudut kota, yang akhirnya memaksa polisi untuk turun tangan secara represif guna membubarkan kerumunan. Rekaman televisi menunjukkan ribuan pengunjuk rasa melakukan long march sambil meneriakkan slogan-slogan perjuangan di bawah pengawasan ketat personel anti huru-hara.

Laporan setempat menyebutkan lebih dari 150 kendaraan mengalami kerusakan parah dan lebih dari 50 unit lainnya hangus dibakar massa saat petugas kepolisian dihujani lemparan batu. Sedikitnya 30 orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam bentrokan berdarah yang melumpuhkan aktivitas industri tersebut.

Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa lebih dari 300 orang telah ditangkap, di mana banyak dari mereka ternyata bukan merupakan pekerja industri. Saat ini, sekitar 50 akun media sosial sedang dalam proses penyelidikan intensif karena diduga kuat menjadi dalang penyebaran disinformasi yang memicu kerusuhan.

Total kerugian yang diderita oleh unit-unit industri di kawasan tersebut diperkirakan mencapai US$321 juta atau setaraRp5,1 triliun. Beberapa laporan juga mengindikasikan adanya kemungkinan interferensi politik di balik protes ini, meskipun keluhan ekonomi dan disparitas upah tetap menjadi faktor utama pemicu ketidakpuasan buruh.

Situasi ini menjadi sangat sensitif mengingat pemilihan legislatif di negara bagian Uttar Pradesh dijadwalkan akan digelar pada awal tahun depan. Menanggapi eskalasi tersebut, pemerintah negara bagian akhirnya meningkatkan upah minimum hingga US$ 32 setelah melakukan pertemuan darurat dengan perwakilan pekerja.

Meski situasi di sektor industri mulai mereda, ketegangan sosial tampaknya belum sepenuhnya padam di wilayah tersebut. Protes terpisah yang dilakukan oleh pekerja rumah tangga juga dilaporkan kembali pecah di Noida pada Selasa waktu setempat.

(luc/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|