Terdampak Gempa M7,7 NTT, Mahasiswa KKN UMY Mengungsi ke Perbukitan

11 hours ago 5

Terdampak Gempa M7,7 NTT, Mahasiswa KKN UMY Mengungsi ke Perbukitan

Sebanyak 61 mahasiswa KKN UMY di NTT aman setelah gempa M7,7. Mereka dievakuasi ke perbukitan menyusul peringatan tsunami. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA— Sebanyak 61 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang sedang menjalankan penugasan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dipastikan dalam kondisi aman setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

Para mahasiswa sempat melakukan evakuasi ke kawasan perbukitan setelah muncul informasi mengenai peringatan tsunami. Dalam situasi tersebut, mahasiswa bersama warga bergerak menuju lokasi yang dinilai lebih aman dan kini berada di tenda pengungsian di area perbukitan.

Perwakilan mahasiswa KKN UMY, Didan Oktanova Hermawan, mengatakan seluruh mahasiswa dalam kelompoknya berhasil melakukan evakuasi setelah gempa dan ancaman tsunami.

“Kondisi kelompok kami, aman. Terakhir saat gempa susulan ketiga, teman-teman sudah menyiapkan seluruh barang penting, lalu bersama-sama pergi ke bukit,” ujarnya sebagimana dilansir UMY.

61 Mahasiswa Tersebar di Dua Kelompok

Puluhan mahasiswa KKN UMY tersebut terbagi dalam dua kelompok yang ditempatkan di dua wilayah Kabupaten Manggarai.

Kelompok Gema Pelita Nusantara (GPN) terdiri atas 26 mahasiswa. Mereka menjalankan KKN di Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Sementara itu, kelompok Proyek Ekspedisi Nusantara (PENA) beranggotakan 35 mahasiswa yang ditempatkan di Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.

Saat proses evakuasi berlangsung, perempuan dan kelompok rentan menjadi prioritas untuk dipindahkan terlebih dahulu bersama warga setempat. Setelah berada di kawasan perbukitan, mahasiswa dan warga menempati tenda pengungsian yang telah didirikan di lokasi tersebut.

Dosen pembimbing lapangan (DPL) juga berada di masing-masing lokasi penugasan untuk mendampingi mahasiswa. Mereka turut membantu mahasiswa dalam proses evakuasi warga menuju tempat yang lebih aman.

UMY Asesmen Kondisi Mahasiswa

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melalui Direktorat Riset dan Pengabdian terus memantau kondisi mahasiswa sekaligus melakukan asesmen terhadap situasi di lokasi KKN.

Perwakilan Direktorat Riset dan Pengabdian UMY, Dr. Al-Afik, M.Kep., mengatakan pihak kampus telah meminta DPL melakukan asesmen secara menyeluruh terhadap kondisi lapangan.

Hasil asesmen tersebut akan menjadi pertimbangan UMY dalam menentukan keberlanjutan program KKN. Kampus akan melihat apakah mahasiswa masih memungkinkan berada di lokasi untuk melanjutkan kegiatan sekaligus terlibat dalam penanganan pascabencana atau harus dipulangkan ke Yogyakarta.

“Kalau tidak memungkinkan dari kondisi di lapangan, mahasiswa akan kami tarik. Namun, akan diasesmen terlebih dahulu apakah mereka bisa tetap menjadi bagian dari penanganan di lokasi,” ujar Afik.

Menurut Afik, keselamatan mahasiswa menjadi pertimbangan utama sebelum kampus mengambil keputusan mengenai keberlanjutan kegiatan KKN. Kondisi aktual di lapangan serta hasil asesmen DPL akan menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya.

Mahasiswa Masih Bantu Warga di Pengungsian

Di tengah situasi tersebut, mahasiswa belum membahas secara internal mengenai kelanjutan program KKN. Fokus mereka saat ini masih tertuju pada kondisi di tenda pengungsian, termasuk membantu memenuhi kebutuhan bersama warga.

Awan mengatakan mahasiswa masih menunggu arahan dari DPL dan pihak universitas mengenai kegiatan selanjutnya.

“Kami masih fokus dengan kondisi di pengungsian dan menunggu arahan lebih lanjut dari DPL maupun kampus,” ujarnya.

UMY selanjutnya akan terus memantau perkembangan kondisi 61 mahasiswa serta situasi di wilayah terdampak gempa. Keputusan mengenai keberlanjutan KKN di NTT akan ditentukan setelah kampus memperoleh gambaran kondisi lapangan melalui asesmen yang dilakukan DPL.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|