Tak Punya Firasat Apa pun, Sang Ayah Kenang Percakapan Terakhir Dengan Praka Farizal

1 day ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, WATES -- Duka mendalam menyelimuti keluarga almarhum Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.

Dijumpai di rumah duka di Ledok, Lendah, Kulonprogo, sang ayah, Senam (60 tahun) mengenang komunikasi terakhirnya dengan sang anak yang terjadi sehari sebelum Farizal berpulang. Dengan suara pelan, Senam menceritakan percakapan singkat tersebut.

Komunikasi terakhir keduanya berlangsung selepas waktu Maghrib. Saat itu, tidak ada pembicaraan panjang karena terkendala sinyal.

Wingi sonten bar Maghrib. Sak derenge kejadian niku. Bar niku mboten kenging komunikasi malih (Kemarin sore setelah Maghrib. Sebelum kejadian itu. Setelah itu tidak bisa komunikasi lagi-Red),” ujar Senam di rumah duka, Senin (30/3/2026), malam.

Dalam percakapan singkat itu, Farizal hanya menyampaikan kondisi sinyal orang tuanya yang buruk saat sedang telpon.

“Sinyalmu elek yo, Pak. Mung ngenten niku sampun (Sinyalmu jelek ya, Pak. Cuma itu saja-Red),” kata Senam.

Senam mengaku tidak memiliki firasat apa pun terkait kejadian yang menimpa putranya.

“Mboten oten firasat (Tidak ada firasat apa-apa -Red),” katanya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, menyampaikan bahwa pihaknya masih berkoordinasi dengan Mabes TNI terkait proses pemulangan jenazah dari Lebanon.

“Kami masih berkomunikasi dengan pihak TNI terkait pemulangan almarhum. Saat ini masih tahap menunggu. Insya Allah, mudah-mudahan lusa bisa sampai tanah air, tapi itu pun kami tetap monitor,” ujarnya.

Ia menyampaikan, seluruh proses administrasi dan teknis pemulangan berada di kewenangan Mabes TNI dan satuan terkait. Rencananya, jenazah akan dibawa ke Kulonprogo sesuai permintaan keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|