Aktris Melissa Barrera.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sikap vokal Macklemore dalam menyuarakan kepedulian terhadap isu kemanusiaan di Palestina mendatangkan berbagai dukungan publik. Dukungan tersebut tidak hanya datang dari sesama musisi, tetapi juga dari kalangan pemain film.
Aktris Melissa Barrera turut menyuarakan pandangannya terkait gelombang simpati yang diterima oleh sang musisi. Barrera membandingkan respons publik atas situasi Macklemore dengan pengalaman pribadinya saat diberhentikan dari waralaba film Scream 7 beberapa tahun lalu karena alasan serupa.
Menurutnya, respons yang ditunjukkan masyarakat saat ini memperlihatkan adanya pergeseran cara pandang publik dalam merespons aksi kemanusiaan para figur publik.“Ini membuat saya emosional, Anda tahu,” ujar Barrera dalam wawancara dengan The Associated Press pada Rabu (16/9/2026) waktu setempat.
“Saya tidak mendapatkan hal itu ketika hal tersebut terjadi pada saya. Saya tidak mengalami hal seperti itu sama sekali. Saat itu terlalu cepat. Orang-orang terlalu takut. Namun, sangat baik melihat bahwa hampir tiga tahun kemudian, setidaknya berbagai hal telah berubah,” kata dia melanjutkan.
Dia sebelumnya dikabarkan dikeluarkan dari jajaran pemain film Scream 7 pada 2023 akibat sikap vokalnya dalam menyuarakan isu kemanusiaan di Palestina. Pihak rumah produksi film saat itu membantah bahwa pencoretannya berkaitan langsung dengan dukungan terhadap warga Palestina, melainkan menekankan kebijakan toleransi nol terhadap segala bentuk ujaran kebencian.
Kendati demikian, peristiwa tersebut tetap memicu perdebatan panjang di industri sinema. Rekan sesama pemeran Scream 7, Matthew Lillard, bahkan sempat mengungkapkan penyesalannya berpartisipasi dalam proyek tersebut dan menilai bahwa sikap kemanusiaan yang diambil Barrera menempatkannya pada posisi yang benar.
Peristiwa yang dialami Macklemore bermula ketika musisi berusia 43 tahun tersebut meneriakkan seruan kepedulian terhadap Palestina di atas panggung MetLife Stadium, New Jersey. Tindakan tersebut berlanjut pada keputusan pihak manajemen untuk menghentikan keterlibatannya dalam "Loop Tour". Ed Sheeran diduga mendapat tekanan dari penyelenggara dan pemilik lokasi acara, yang memicu keputusan penghentian keterlibatan tersebut pada Senin (14/9/2026).
Keputusan pencoretan Macklemore memicu aksi solidaritas dari musisi lain yang dijadwalkan mengisi tur tersebut. Nama-nama seperti Finneas dan kelompok musik Lukas Graham memutuskan mundur dari keterlibatan mereka sebagai bentuk dukungan moral. Perubahan mendadak ini berdampak pada penyesuaian jadwal serta format pertunjukan, sementara Ed Sheeran mengklarifikasi bahwa keputusan tersebut bukan murni berasal dari dirinya secara pribadi.

6 hours ago
4
















































