Sleman Buka 3 Kawasan Investasi Baru, Peluang Besar!

3 hours ago 1

Sleman Buka 3 Kawasan Investasi Baru, Peluang Besar! Taman wisata Kaliurang. / Antara

Harianjogja.com, SLEMAN — Peta baru investasi di Sleman mulai bergeser. Pemerintah Kabupaten Sleman kini tidak lagi hanya bertumpu pada kawasan lama, melainkan mendorong tiga wilayah baru sebagai motor pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata dan ekonomi kreatif.

Tiga kawasan yang disiapkan tersebut meliputi Prambanan, Kaliurang, serta wilayah Sleman Barat yang mencakup Sendangarum, Sumberagung, dan Sumberahayu. Ketiganya dinilai memiliki potensi besar untuk menarik investor, mulai dari sektor wisata, edukasi, hingga industri kreatif berbasis masyarakat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sleman, Triana Wahyuningsih, menegaskan bahwa arah baru investasi ini menjadi strategi penting untuk menciptakan pusat-pusat ekonomi baru yang lebih merata di Sleman.

Prambanan Disiapkan Jadi Magnet Investasi Baru

Kawasan Prambanan kini diproyeksikan menjadi hub wisata regional yang menghubungkan DIY dan Jawa Tengah. Kehadiran akses tol baru menjadi katalis utama yang meningkatkan daya tarik investasi di kawasan ini.

Selain telah masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), peluang investasi di Prambanan semakin luas. Mulai dari pembangunan destinasi wisata buatan, pusat suvenir, industri batik, hingga pengembangan ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Kaliurang Naik Kelas Jadi Agrowisata Modern

Berbeda dengan Prambanan, kawasan Kaliurang diarahkan untuk menjadi pusat agrowisata modern yang memanfaatkan kekuatan alam lereng Merapi. Lanskap pegunungan dan udara sejuk menjadi nilai jual utama yang tidak dimiliki banyak daerah lain.

Peluang investasi terbuka lebar, mulai dari taman bunga, wisata edukasi pertanian, hingga industri pengolahan susu terintegrasi. Konsep ini diyakini mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat lokal.

Sleman Barat Didorong Jadi Kawasan Baru

Sementara itu, wilayah Sleman Barat mulai dilirik sebagai kawasan potensial yang selama ini belum tergarap optimal. Dengan ketersediaan lahan hijau yang luas, kawasan ini diarahkan menjadi pusat wisata edukasi berbasis hortikultura dan alam.

“Investasi di Sleman Barat ditargetkan bisa berkembang melalui konsep wisata edukasi hortikultura, greenhouse, kampung wisata, hingga wisata berbasis alam,” kata Triana dalam jumpa pers di Kantor Dukcapil Sleman, Kamis (7/5/2026).

Langkah ini sekaligus menjadi upaya Pemkab Sleman untuk mengurangi ketimpangan pembangunan antarwilayah dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di kawasan barat.

Perizinan Dipangkas, Investor Dimanjakan

Untuk mendukung percepatan investasi, Pemkab Sleman juga melakukan transformasi besar dalam layanan perizinan. Seluruh proses kini dilakukan secara digital melalui berbagai platform seperti OSS-RBA, SIMBG, hingga sistem perizinan online daerah.

Digitalisasi ini tidak hanya memangkas birokrasi, tetapi juga memberikan kepastian usaha yang lebih cepat dan transparan bagi investor.

Dengan strategi baru ini, Sleman tidak hanya membangun destinasi wisata, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru yang berkelanjutan. Kombinasi antara potensi alam, budaya, dan kemudahan investasi menjadi kunci untuk menjadikan Sleman sebagai magnet investasi baru di DIY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|