Simak Upaya Industri Tambang dalam Praktik Keberlanjutan

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Penggunaan Electric Vehicles (EV) dan teknologi elektrifikasi terus dilakukan berbagai industri, termasuk industri tambang. Apalagi industri pertambangan global tengah menghadapi tuntutan transformasi seiring meningkatnya tekanan terhadap pengurangan emisi karbon, efisiensi energi, serta penerapan praktik keberlanjutan.

Di dalam negeri, penerapan EV di sektor pertambangan sejalan dengan kebijakan nasional transisi energi dan target penurunan emisi gas rumah kaca sebagaimana tertuang dalam Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) dan target Net Zero Emission (NZE) tahun 2060 atau lebih cepat.

Adapun dasar hukum percepatan penggunaan EV telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai yang kemudian diperbarui melalui Perpres Nomor 79 Tahun 2023. Regulasi ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong kendaraan listrik tidak hanya untuk kebutuhan perkotaan, tetapi juga untuk sektor industri strategis seperti pertambangan.

Di sisi lain, pemain industri Pertambangan juga masih menghadapi sejumlah tantangan untuk bisa menerapkan EV demi praktik berkelanjutan. Sejumlah tantangan yang dihadapi antara lain, ketersediaan infrastruktur pengisian daya, kebutuhan adaptasi teknologi, serta investasi awal yang cukup besar, penerapan EV diyakini mampu memberikan manfaat jangka panjang baik bagi industri maupun masyarakat.

Oleh karena itulah, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong seluruh pemangku kepentingan di sektor pertambangan untuk terus berinovasi, berkolaborasi, serta berbagi pengalaman dalam penerapan teknologi ramah lingkungan.

Apalagi, Indonesia memiliki peluang strategis dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik global. Kekayaan sumber daya mineral, khususnya nikel sebagai bahan baku utama baterai EV, menempatkan Indonesia pada posisi penting dalam rantai pasok industri kendaraan listrik dunia.

Integrasi antara sektor pertambangan, hilirisasi mineral, serta pengembangan industri baterai dan kendaraan listrik membuka peluang besar untuk memperkuat peran Indonesia dalam ekosistem EV global sekaligus mendorong transformasi industri pertambangan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Dalam menjawab tantangan dan peluang tersebut, CNBC Indonesia menggelar EV Transition in Mining Industry Outlook 2026 dengan tema "The Future of EV's in Mining Industry: Between Efficiency and High Investment". Acara ini akan berlangsung pada Rabu, 29 April 2026, pukul 09.00-12.00 WIB di St Regis Jakarta - Caroline Astor Ballroom.

Forum ini menghadirkan dialog strategis yang mempertemukan regulator, asosiasi industri, pelaku usaha pertambangan, serta pemangku kepentingan.

EV Transition in Mining Industry Outlook 2026 bertujuan mengulas peluang, tantangan, serta kesiapan industri dalam mengadopsi teknologi EV. Khususnya dari sisi efisiensi, investasi, dan regulasi, sekaligus mendorong kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem elektrifikasi pertambangan di Indonesia menuju masa depan industri yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Pantau terus cnbcindonesia.com dan CNBC Indonesia TV untuk update informasi seputar ekonomi dan bisnis. EV Transition in Mining Industry Outlook 2026 didukung oleh Gaya Makmur Group.

(dpu/dpu)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|