Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan takziah ke rumah duka Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026) siang WIB. Kapten Zulmi gugur sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (Unifil).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikan hak-hak kepada tiga personel TNI yang gugur di Lebanon. Mereka semua gugur dalam status sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (Unifil).
Agus menjelaskan, untuk Kapten Inf (Mayor Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, TNI memberikan tabungan asuransi Rp 16.285.700, santunan risiko kematian khusus Rp 450 juta, beasiswa untuk dua anak total Rp 60 juta, santunan kematian PBB Rp 1,2 miliar.
Selain itu, almarhum mendapatkan dana watzah Rp 7,5 miliar, Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat (TWP AD) Rp 20,9 juta, kecelakaan personel Rp 10 juta, dan santunan gugur dari perbankan Rp 130 juta. "Total mendapatkan Rp 1,89 miliar (1.894.688.236)," kata Agus di Jakarta, Rabu (1/3/2026).
Selain itu, Zulmi juga mendapatkan penghargaan medali "Dag Hammarskjold" dan gaji terusan selama 12 bulan (gaji pokok, uang lauk pauk, tunjangan jabatan). "Pensiun janda setelag haji terusan selesai dibayarkan," ujar Agus.
Sedangkan untuk Sertu (Serka Anumerta) Muhammad Nur Ikhwan, menurut Agus, yang bersangkutan mendapatkan TOTAL RP 1.846.309.049. Yang membedakan dengan sebelumny adalah jumlah tabungan asuransi Rp 7,17 juta.
Pun dengan Praka (Kopda Anumerta) Fariza Rhomadhon, mendapatkan santunan Rp 1.854.075.205. "Angka-angka itu terdiri dari nilai tunai tabungan asuransi, santunan risiko kematian khusus, beasiswa untuk dua anak, santunan kematian dari PBB, dana watzah, TWP AD, personal accident, santunan gugur dari perbankan," kata Agus.

1 day ago
1

















































