Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan volume sampah naik 20 persen selama momen Lebaran 1447 Hijriah tahun 2026. Ia pun menemukan sebanyak 60 tempat pembuangan sampah (TPS) sementara ilegal di Kota Bandung.
"Kondisi sampah saat ini, jalur dan jadwal pengangkutan sudah kembali normal. Namun, penumpukan harian masih terjadi akibat meningkatnya timbunan sampah sekitar 20 persen," ucap dia belum lama ini di Terminal Leuwipanjang.
Ia mengatakan volume sampah dalam kondisi normal di angka 1.500 ton per hari. Akan tetapi, sejak H+1 hingga H+4 naik menjadi 1.800 ton per hari.
"Ini menimbulkan masalah karena jumlah tumpukan tidak berkurang signifikan. Walaupun terlihat pagi diangkut sore hari, keesokan paginya sudah muncul tumpukan baru lagi. Jadi, tumpukan baru terus bertambah karena tingginya timbulan sampah," kata dia.
Farhan mengaku terus berupaya melakukan antisipasi dengan menambah kapasitas pengangkutan, insenerator dan pengolahan sampah organik di Ciwastra dan Gedebage. Ia menambahkan pihaknya menyoroti banyaknya TPS Ilegal.
"Yang menjadi perhatian utama adalah TPS ilegal. TPS ilegal tidak akan kita biarkan, karena itu berarti pembiaran pelanggaran hukum dan pencemaran lingkungan. Ini sedang kita cegah," kata dia.
Ia mengaku mengapresiasi kepada warga yang memberikan laporan terkait TPS Ilegal di media sosial. "Sekitar 60-an (TPS Ilegal)," ungkap dia.
Farhan menyebut keberadaan TPS Ilegal berdampak kepada penumpukan sampah yang tidak terkendali. Pihaknya sudah mengidentifikasi TPS Ilegal untuk segera mengangkutnya dan menutupnya serta mencari pihak yang bertanggung jawab.
"Siapa pun yang terbukti melakukan penumpukan di TPS ilegal akan diproses secara hukum," kata dia.

2 days ago
6















































