Rupiah Perkasa di Akhir Pekan, Tutup Perdagangan Rp17.897 per Dolar AS

2 hours ago 8

Jumali

Jumali Jum'at, 07 Agustus 2026 16:37 WIB

Rupiah Perkasa di Akhir Pekan, Tutup Perdagangan Rp17.897 per Dolar AS

Ilustrasi rupiah. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Nilai tukar rupiah di pasar spot sukses menutup perdagangan Jumat (7/8/2026) dengan catatan perkasa. Mata uang Garuda berhasil membalikkan posisi setelah sempat tertekan di awal sesi, ditutup menguat 26 poin atau 0,15 persen ke level Rp 17.897 per dolar Amerika Serikat.

Pencapaian ini menjadi kabar positif di akhir pekan, sekaligus mengonfirmasi tren penguatan yang mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, rupiah pada perdagangan Kamis (6/8/2026) sudah ditutup menguat 0,08 persen ke level Rp 17.910 per dolar AS.

Sempat Tertekan di Pagi Hari, Rupiah Berbalik Arah

Pada pembukaan perdagangan pagi ini, rupiah justru terlihat terdepresiasi. Mata uang Indonesia berada pada posisi Rp 17.933 per dolar AS, melemah 0,06 persen dari posisi penutupan sehari sebelumnya di area Rp 17.923 per dolar AS.

Pelemahan di awal sesi tersebut sejalan dengan sentimen global yang masih membayangi. Indeks dolar AS (DXY) terpantau menguat tipis mendekati level psikologis 100, didukung oleh kenaikan harga minyak dan imbal hasil US Treasury yang mencatat kenaikan harian terbesar dalam dua pekan.

Data tenaga kerja AS yang masih cukup kuat turut meningkatkan kehati-hatian pasar. Klaim tunjangan pengangguran AS tercatat stabil, sedangkan jumlah rencana pemutusan hubungan kerja berada pada posisi terendah dalam dua tahun.

Faktor Internal dan Eksternal Dorong Penguatan

Meski mendapat tekanan di awal, rupiah berhasil bangkit dan mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan. Pasar menantikan pengumuman cadangan devisa Indonesia periode Juli 2026 yang dijadwalkan rilis pada hari ini.

Pada akhir Juni 2026, cadangan devisa Indonesia tercatat meningkat menjadi US$ 145,6 miliar, setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor dan masih jauh di atas standar kecukupan internasional. Posisi yang tetap kuat ini dapat menjaga kepercayaan terhadap rupiah dan obligasi pemerintah, sekaligus menjadi penopang stabilitas nilai tukar.

Dari sisi eksternal, perhatian pasar juga tertuju pada dinamika geopolitik di Timur Tengah. Serangan kelompok Houthi dan potensi langkah Iran terhadap kapal AS dan Israel yang melintasi Selat Hormuz turut memengaruhi pergerakan harga minyak, yang berimbas pada pergerakan dolar AS .

Performa Rupiah di Tengah Volatilitas Global

Penguatan rupiah di akhir pekan ini menambah catatan positif di tengah volatilitas pasar global. Mata uang Garuda telah menunjukkan ketahanan yang cukup baik dalam beberapa pekan terakhir, meskipun masih menghadapi tekanan dari berbagai sentimen.

Penguatan 26 poin pada penutupan Jumat ini menunjukkan bahwa pasar masih memiliki kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Dengan cadangan devisa yang solid dan kebijakan moneter yang responsif, rupiah diharapkan dapat terus mempertahankan tren positifnya.

Pergerakan rupiah ke depan akan sangat dipengaruhi oleh dinamika dolar AS di pasar global, perkembangan harga minyak, serta kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve) yang masih menjadi perhatian utama pelaku pasar .

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|