Rupiah Menguat ke Rp18.134, Konflik Timur Tengah Mereda

3 hours ago 2

Rupiah Menguat ke Rp18.134, Konflik Timur Tengah Mereda

Ilustrasi uang. /Bisnis- Dwi Prasetya

Harianjogja.com, JAKARTA—Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) membuka perdagangan Selasa (9/6/2026) di zona hijau. Mata uang Garuda menguat 54 poin atau 0,29% ke level Rp18.134 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di Rp18.188 per dolar AS.

Penguatan rupiah terjadi di tengah meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang sebelumnya sempat menekan pasar keuangan global. Kondisi tersebut turut memengaruhi pergerakan harga minyak dunia dan sentimen investor terhadap aset-aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah kali ini dipicu oleh membaiknya sentimen eksternal setelah eskalasi konflik antara Iran dan Israel untuk sementara waktu mereda.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah menurunnya harga minyak dunia oleh meredanya geopolitik di Timteng di mana Iran dan Israel untuk sementara waktu menghentikan penyerangan," katanya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Ketegangan Iran-Israel Mereda

Perkembangan terbaru menunjukkan adanya sinyal deeskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Pemerintah Iran mengumumkan penghentian serangan terhadap Israel, meskipun tetap memberikan peringatan keras apabila terjadi aksi militer lanjutan yang menyasar Lebanon.

Berdasarkan laporan Anadolu yang mengutip pernyataan resmi angkatan bersenjata Republik Islam Iran melalui Kantor Berita Tasnim, Teheran menyebut respons yang dilakukan sebelumnya merupakan bentuk dukungan terhadap rakyat Lebanon.

"Israel dan para pendukungnya seharusnya mendapat pelajaran dari respons Teheran yang dilakukan demi mendukung rakyat Lebanon yang ditindas," demikian isi pernyataan tersebut.

Meski menghentikan serangan untuk sementara waktu, Iran tetap menegaskan akan memberikan respons yang lebih besar apabila agresi Israel kembali berlanjut, terutama di wilayah Lebanon selatan.

Di sisi lain, surat kabar Israeli Hayom melaporkan bahwa Tel Aviv dan Washington telah menyampaikan pesan kepada Teheran bahwa tidak akan ada serangan lanjutan dari Israel selama Iran juga tidak kembali melancarkan serangan. Kondisi ini dinilai memberikan ketenangan sementara bagi pasar global yang sebelumnya dibayangi ketidakpastian geopolitik.

Sentimen Domestik Masih Menjadi Tantangan

Meski mendapat dorongan positif dari faktor eksternal, ruang penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas. Pasalnya, pelaku pasar tetap mencermati berbagai perkembangan di dalam negeri yang memengaruhi tingkat kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.

"Namun, penguatan akan terbatas mengingat sentimen domestik yang masih negatif. Sentimen yang telah memburuk menjadi krisis kepercayaan," ujar Lukman.

Situasi tersebut membuat pergerakan nilai tukar rupiah masih berpotensi berfluktuasi dalam jangka pendek. Investor akan terus memantau perkembangan kondisi global, arah harga minyak dunia, serta berbagai kebijakan ekonomi domestik yang dapat memengaruhi stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam beberapa waktu ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|