Rupiah Melemah ke Rp17.100, Menkeu Sebut Masih Sesuai Skenario APBN

8 hours ago 2

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Nilai tukar rupiah masih berada di kisaran Rp17.000 sampai Rp17.100 per dolar AS pada perdagangan Rabu (8/4/2026). Pemerintah menilai pelemahan ini masih dalam batas yang telah diantisipasi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, pergerakan rupiah tersebut sudah masuk dalam simulasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Angka simulasi rupiah itu bukan yang digunakan dalam APBN sebelumnya. Sudah dinaikkan ke level tertentu, sehingga kondisi sekarang masih dalam perhitungan,” ujar Purbaya, di kantin kantor Kemenkeu, Selasa (7/4/2026).

Ia menegaskan, pemerintah tidak hanya terpaku pada satu asumsi nilai tukar. Berbagai skenario disiapkan untuk menghadapi ketidakpastian global, termasuk tekanan di pasar keuangan.

Purbaya juga enggan memerinci angka dalam simulasi tersebut. Ia khawatir hal itu justru memicu spekulasi di pasar.

“Kalau saya sebutkan, nanti orang berspekulasi rupiah akan ke level tertentu. Untuk rupiah, kita serahkan ke bank sentral, ke ahlinya,” katanya.

Dari sisi otoritas moneter, Bank Indonesia menegaskan fokus utama saat ini adalah menjaga stabilitas. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, ketidakpastian global masih tinggi sehingga respons kebijakan harus tetap terukur.

“Stabilitas menjadi prioritas utama. BI akan mengoptimalkan seluruh instrumen operasi moneter untuk menjaga nilai tukar,” ujarnya.

BI terus melakukan intervensi di pasar valas, baik di pasar spot maupun melalui instrumen domestic non-deliverable forward (DNDF) dan non-deliverable forward (NDF) di pasar offshore.

Di tengah tekanan tersebut, BI melihat ada sisi positif dari dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah. Kenaikan harga komoditas dinilai dapat menjadi penopang bagi perekonomian Indonesia sebagai negara eksportir.

“Dampaknya dua arah. Kenaikan harga komoditas bisa memberi efek positif yang mengimbangi tekanan nilai tukar,” kata Destry.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|