Ahmad Doli Kurnia Tanjung Siap Jadi Dewan Pembina, PB GP Parmusi Soroti RUU SDI

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pengurus Besar Gerakan Pemuda (PB GP) Parmusi melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan Ahmad Doli Kurnia Tanjung. Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membahas berbagai isu kebangsaan dan kepemudaan.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu penting mengemuka, salah satunya terkait Rancangan Undang-Undang Sistem Data Indonesia (RUU SDI). PB GP Parmusi menilai regulasi tersebut memiliki urgensi tinggi dalam memperkuat tata kelola data nasional yang transparan, akuntabel, serta berbasis pada kebutuhan pembangunan yang berkelanjutan.

Ketua Umum PB GP Parmusi, Kifah Gibraltar Bey Fananie mengatakan silaturahmi ini merupakan bagian dari upaya membangun konsolidasi pemikiran antara pemuda dan tokoh nasional.

“Pertemuan ini menjadi ruang dialog yang sangat produktif. Kami melihat pentingnya keterlibatan tokoh-tokoh berpengalaman dalam memberikan arah dan penguatan bagi gerakan pemuda, khususnya dalam merespons isu-isu strategis kebangsaan seperti RUU SDI,” ujarnya.

Sementara itu, Doli Kurnia Tanjung yang juga merupakan Ketua Umum pertama PB GP Parmusi, menyambut baik silaturahim tersebut dan menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjaga kualitas demokrasi dan tata kelola negara.

“Pemuda harus hadir sebagai kekuatan intelektual yang mampu membaca arah zaman. Isu seperti pengelolaan data nasional bukan sekadar teknis, tetapi menyangkut kedaulatan dan masa depan bangsa. Karena itu, saya mendukung penuh upaya-upaya yang dilakukan GP Parmusi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyatakan kesiapannya untuk kembali berkontribusi sebagai bagian dari Dewan Pembina PB GP Parmusi.

“Saya siap membersamai GP Parmusi sebagai Dewan Pembina, sebagai bentuk komitmen dalam mendorong penguatan peran pemuda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata dia.

Wakil Sekretaris Jenderal II PB GP Parmusi, Muhammad Nabil Alfarizi menegaskan hasil pertemuan ini akan ditindaklanjuti dalam bentuk langkah-langkah konkret organisasi.

“Kami di GP Parmusi sekarang merasa ada tanggung jawab untuk meneruskan apa yang Abang bangun dari awal. Makanya kami ingin pastikan GP Parmusi relevan di isu-isu strategis seperti yang Abang dorong di RUU Satu Data ini," katanya.

Di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks, PB GP Parmusi menilai bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kekuatan politik, tetapi juga oleh sejauh mana negara mampu mengelola data sebagai aset strategis bangsa.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|