Riset Hadirkan Sistem Inteligen Bisnis, Ubah Admisi Berbasis Intuisi

2 hours ago 4

Riset Hadirkan Sistem Inteligen Bisnis, Ubah Admisi Berbasis Intuisi

UII mengembangkan sistem Inteligen Bisnis untuk membantu pengambilan keputusan admisi berbasis data dengan skor usability 84,4. /Istimewa.

Harianjogja.com, SLEMAN—Tim peneliti Jurusan Informatika Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) mengembangkan artefak sistem Inteligen Bisnis (IB) untuk mendukung pengambilan keputusan dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Sistem tersebut dirancang agar keputusan strategis dalam admisi tidak lagi bergantung pada intuisi, melainkan didasarkan pada analisis data yang lebih cepat, akurat, dan akuntabel.

Pengembangan sistem ini menjadi jawaban atas tantangan yang selama ini dihadapi perguruan tinggi, yakni tingginya dinamika proses admisi serta keterbatasan waktu dalam menentukan berbagai kebijakan penting, seperti nilai ambang batas kelulusan, kuota penerimaan, hingga jadwal penutupan pendaftaran.

Permudah Pengambilan Keputusan Berbasis Data

Dosen Jurusan Informatika FTI UII, Kholid Haryono, menjelaskan bahwa para pengambil kebijakan di perguruan tinggi kerap menghadapi kesulitan karena data yang dibutuhkan tersebar di berbagai sistem dan tidak mudah dianalisis dalam waktu singkat.

"Proses admisi itu dinamis dan sangat dibatasi waktu. Melalui penelitian berbasis Action Design Research (ADR) ini, kami memetakan 20 jenis keputusan admisi serta empat model pengambilan keputusan yang kerap digunakan, mulai dari heuristik, kolaboratif, analitis, hingga intuitif," ujar Kholid, Jumat (31/7/2026).

Melalui penelitian tersebut, tim berhasil mengembangkan sistem yang mampu mendukung proses pengambilan keputusan secara lebih sistematis dengan memanfaatkan data sebagai dasar pertimbangan.

Lolos Empat Tahap Pengujian

Artefak sistem Inteligen Bisnis yang dikembangkan telah melewati empat tahapan evaluasi, yakni Alpha, Beta, Gamma, dan Delta.

Pengujian dilakukan dengan melibatkan pimpinan universitas, kepala bidang admisi, hingga ketua program studi untuk memastikan sistem sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Hasil evaluasi pada tahap akhir menunjukkan seluruh 31 fitur yang tersedia telah mencapai kondisi penerimaan ideal. Sistem tersebut juga memperoleh nilai System Usability Scale (SUS) sebesar 84,4 dari skala 100, yang masuk kategori "sangat baik".

Hasilkan 12 Prinsip Desain

Selain menghasilkan sistem yang dapat digunakan di lingkungan internal kampus, penelitian ini juga melahirkan 12 prinsip desain (Design Principles) yang telah diformalisasikan.

Prinsip-prinsip tersebut disiapkan agar dapat menjadi acuan bagi perguruan tinggi lain yang ingin mengembangkan sistem Inteligen Bisnis dalam proses admisi mahasiswa baru.

Ketua Jurusan Informatika FTI UII, Raden Teduh Dirgahayu, menilai inovasi tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi.

"Investasi pada sistem Inteligen Bisnis admisi ini bukan sekadar investasi teknologi, melainkan investasi pada kualitas pengambilan keputusan institusi. Kami berharap 12 prinsip desain yang dirumuskan ini bisa menjadi panduan konkret bagi perguruan tinggi lain di Indonesia untuk mentransformasi proses admisi mereka dari berbasis intuisi menjadi berbasis data yang tepercaya," terang Raden Teduh.

Dapat Diadopsi Perguruan Tinggi Lain

Penelitian ini memiliki kebaruan melalui penggabungan tiga kontribusi sekaligus, yakni aspek teoretis, metodologis melalui penerapan Action Design Research (ADR) secara utuh, serta aspek praktis berupa pemetaan model pengambilan keputusan dan sistem yang telah teruji, bukan sekadar purwarupa laboratorium.

Meski dikembangkan di lingkungan UII, prinsip-prinsip desain yang dihasilkan bersifat adaptif sehingga dapat diterapkan secara bertahap oleh perguruan tinggi lain dengan menyesuaikan tingkat kematangan data maupun kapasitas organisasi masing-masing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|