Riset Dosen Unisa Yogyakarta, Stimulasi Listrik dan Metcovazin untuk Luka Diabetes

1 hour ago 4

Riset Dosen Unisa Yogyakarta, Stimulasi Listrik dan Metcovazin untuk Luka Diabetes

Dosen Unisa Yogyakarta utfi Nurdian Asnindar mengembangkan kombinasi Metcovazin dan stimulasi listrik untuk luka diabetes. Riset masih tahap praklinis. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA— Dosen Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Lutfi Nurdian Asnindari mengembangkan kombinasi Metcovazin dan stimulasi listrik yang berpotensi menjadi terapi adjuvan atau pengobatan tambahan untuk mempercepat penyembuhan luka akut pada kondisi diabetes.

Inovasi tersebut dikembangkan melalui penelitian praklinis yang dipaparkan Lutfi dalam ujian terbuka Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Lutfi mengatakan inovasi tersebut berpeluang dikembangkan sebagai terapi tambahan dalam perawatan luka diabetes, khususnya untuk membantu mempercepat fase proliferasi dan remodeling dalam proses penyembuhan.

"Alat stimulasi listrik ini dapat dijadikan salah satu alternatif terapi adjuvan untuk merawat luka akut pada kondisi diabetes karena terbukti mengaktifkan jalur pensinyalan intraseluler VGCC tipe Cav1.2-PDGF-BB/PDGFRβ, sehingga fase proliferasi dan remodeling dalam penyembuhan luka diabetes dapat berlangsung optimal dan luka lebih cepat sembuh," kata Lutfi saat diwawancarai pada Jumat (18/9/2026).

Kombinasi Metcovazin dan Stimulasi Listrik

Menurut Lutfi, manfaat inovasi tersebut tidak hanya dilihat dari kemampuannya mendukung proses penyembuhan luka, tetapi juga dari aspek keamanan dan kemudahan pengembangan alat untuk penggunaan pada masa mendatang.

Metcovazin, kata Lutfi, telah banyak digunakan di Indonesia dan sejauh ini aman digunakan. Sementara itu, parameter stimulasi listrik dalam penelitian telah disesuaikan sehingga tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan.

"Metcovazin sudah banyak digunakan oleh perawat luka di Indonesia dan sejauh ini aman digunakan. Untuk stimulasi listrik yang saya gunakan sudah disesuaikan parameternya sehingga tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan, seperti luka bakar, nyeri, dan lain-lain," katanya.

Penelitian tersebut menggunakan tikus model diabetes untuk melihat efektivitas kombinasi Metcovazin dan stimulasi listrik dalam proses penyembuhan luka.

Sejumlah indikator biologis penyembuhan luka menunjukkan hasil yang lebih baik pada kelompok yang mendapatkan kombinasi intervensi tersebut.

Belum Bisa Diterapkan pada Pasien

Meski menunjukkan potensi, Lutfi menegaskan inovasi tersebut belum dapat langsung diterapkan kepada pasien. Penelitian masih berada pada tahap praklinis dan belum melibatkan subjek manusia.

"Penelitian kami belum menggunakan subyek manusia, karena penelitian praklinis. Berdasarkan tikus model yang kami buat, luka yang dapat diintervensi dengan inovasi stimulasi listrik ini adalah luka akut pada kondisi diabetes mellitus atau kadar glukosa darah tinggi," kata dia.

Karena masih berada pada tahap praklinis, penerapan inovasi tersebut kepada manusia masih membutuhkan penelitian translasional dan klinis.

Lutfi juga menilai penggunaan teknologi tersebut nantinya perlu melibatkan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dalam perawatan luka.

"Inovasi ini masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut untuk dapat diterapkan pada manusia melalui penelitian translasional dan klinis. Namun, intervensi ini meskipun relatif aman, sebaiknya dilakukan oleh perawat yang terlatih dalam perawatan luka," katanya.

Ditargetkan Jadi Alat yang Terjangkau

Lutfi berharap penelitian tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut hingga menghasilkan alat stimulasi listrik dengan parameter yang telah teruji secara ilmiah. Selain teruji, alat tersebut diharapkan tetap terjangkau dan mudah digunakan.

"Indikator keberhasilan yang ingin kami capai adalah hadirnya terapi adjuvan alternatif berupa alat stimulasi listrik dengan parameter yang sudah teruji secara ilmiah serta murah dan mudah digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka pada kondisi diabetes," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|