Pasar Niten. - Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Rencana revitalisasi pasar rakyat di Kabupaten Bantul pada 2026 harus ditunda karena keterbatasan anggaran. Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul memastikan tidak ada pasar yang akan dibenahi tahun ini, sementara dana yang tersedia hanya cukup untuk pemeliharaan rutin.
Kepala Bidang Sarana Perdagangan DKUKMPP Bantul, Zona Paramitha, menjelaskan bahwa APBD murni tahun ini hanya mengalokasikan Rp66 juta untuk perawatan 33 pasar rakyat. “Kalau revitalisasi tidak ada. Pos anggaran kami hanya pemeliharaan saja untuk 33 pasar itu, totalnya Rp66 juta tahun ini. Selebihnya sangat bergantung dari pokok pikiran (pokir) dewan,” kata Zona, Jumat (6/2/2026).
Zona menilai kondisi pasar saat ini jauh dari ideal. Hampir semua pasar mengalami kerusakan, khususnya pada bagian atap dan talang. “Kalau tidak dibantu lewat pokir, ya memprihatinkan kondisinya,” ujarnya. Untuk dukungan melalui pokir, rata-rata alokasi per anggota dewan sekitar Rp150 juta, sehingga total dana yang dapat diarahkan untuk revitalisasi pasar mencapai sekitar Rp600 jutaan, ditambah Rp50 juta tambahan.
Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha, menambahkan pihaknya sempat mengusulkan revitalisasi tiga pasar melalui pembahasan RAPBD 2026, yaitu Pasar Bantul, Pasar Mangiran, dan Pasar Pundong. Namun usulan tersebut belum disetujui akibat keterbatasan anggaran.
Ke depan, DKUKMPP Bantul berencana mengajukan revitalisasi pasar yang kondisinya paling mendesak melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat. “Harapannya pasar lebih nyaman dan semakin banyak dikunjungi pembeli,” kata Prapta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

















































