Harianjogja.com, JOGJA—Arab Saudi resmi mengumumkan megaproyek Rise Tower di Riyadh setinggi 2.000 meter, menjadikannya calon pencakar langit tertinggi di dunia yang melampaui Burj Khalifa di Dubai.
Rise Tower dirancang memiliki 678 lantai dan akan menampung hotel mewah, restoran, dek observasi, serta ruang perkantoran premium. Proyek ini menjadi inti pengembangan kawasan futuristik Kutub Utara seluas 306 km² dan didukung penuh Dana Investasi Publik (PIF) Saudi. Tahap desain menara ini telah berlangsung sejak 2023.
Time of Dubai melaporkan, selain Rise Tower, Arab Saudi juga mengejar pembangunan Jeddah Economic Company Tower di pesisir Laut Merah. Proyek yang sempat mangkrak lebih dari satu dekade ini kembali digesa setelah Pangeran Alwaleed bin Talal mengumumkan kelanjutannya pada awal 2025. Hingga Desember 2025, struktur bangunan telah menembus lantai 80 dengan fasad kaca mulai terpasang. Gedung ini direncanakan menjulang hingga 1,5 kilometer dan akan menghadirkan hunian mewah serta hotel Four Seasons.
Jeddah Tower merupakan bagian dari fase pertama Kota Perusahaan Ekonomi Jeddah seluas 1,3 juta m², lengkap dengan infrastruktur pendukung mulai dari jaringan listrik, drainase banjir, hingga koneksi internet berkecepatan tinggi. Jika seluruh pembangunan rampung sesuai target pada 2028, pusat gravitasi arsitektur dunia diprediksi bergeser ke Arab Saudi.
Kedua megaproyek ini dirancang oleh arsitek Adrian Smith, sosok yang sebelumnya sukses mendesain Burj Khalifa. Dengan Rise Tower dan Jeddah Tower, ia berpeluang memecahkan rekor ciptaannya sendiri, menjadikan Arab Saudi sebagai pusat kemegahan arsitektur global dalam beberapa tahun mendatang.
Perbandingan Megaproyek Pencakar Langit Dunia:
| Nama Gedung | Lokasi | Ketinggian Proyeksi | Arsitek Utama |
| Rise Tower | Riyadh, Arab Saudi | 2.000 Meter (2 KM) | Adrian Smith |
| Jeddah Tower | Jeddah, Arab Saudi | 1.500 Meter (1,5 KM) | Adrian Smith |
| Burj Khalifa | Dubai, Uni Emirat Arab | 828 Meter | Adrian Smith |
| Status Gelar | - | Terancam Tergeser | - |
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

















































