REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya merespons pernyataan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, yang menyinggung Presiden Prabowo yang kemudian viral di media sosial. Teddy mengatakan Presiden tetap fokus mengurus persoalan besar negeri ini yang lebih strategis.
“Apalagi Bapak Presiden, Bapak Presiden ngurusin hal besar, lagi fokus dengan hal-hal yang lebih strategis,” ujar Teddy Ketika ditemui wartawan di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
“Saya masih banyak sekali kerjaan. Saya belum lihat beliau bicara apa. Itu kira-kira,” kata Teddy menambahkan.
Sebelumnya, di sebuah acara halal bihalal yang dihelat di Beranda Utan Kayu, Selasa (31/3/2026), yang kemudian videonya viral di media sosial, Saiful yang menjadi pembicara penutup, menyinggung soal Presiden Prabowo. Menurutnya cara menurunkan Presiden tidak bisa dilakukan melalui prosedur formal di MPR.
Saiful berpendapat satu-satunya cara adalah elemen masyarakat mengonsolidasikan diri. "Alternatifnya bukan pada prosedur formal impeachment. Itu tidak akan jalan," ujar Saiful.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) periode 2024-2025, Hasan Nasbi, menilai pernyataan Saiful provokatif, terlebih disampaikan di momen halal bihalal. Ia mengatakan ada kelompok masyarakat di bangsa ini maupun di negara lain yang mengaku pejuang demokrasi, tapi mengukur demokrasi dengan isi perutnya sendiri.
"Mengukur demokrasi dengan perasaan dan keinginannya sendiri," kata Hasan dalam video yang diunggahnya di Instagram. Ia menambahkan jika keinginan orang itu terpenuhi atau terlibat dalam kebijakan pemerintah, maka dia akan menganggap pemerintah demokratis. Sebaliknya jika tidak, maka dia akan menyebut tidak demokratis.
"Ada orang-orang macam begini itu ada, dan orang-orang macam begitu biasanya selalu tergoda untuk menyampaikan kata-kata yang melampaui batas, kata-kata yang melampaui batas itu adalah 'ayo kita jatuhkan pemerintah, ayo kita gulingkan pemerintah', atau yang agak konstitusional dikit, 'ayo kita impeach pemerintah'," kata Hasan.
"Mungkin hasrat untuk berkuasa tanpa pemilu ini yang meronta-ronta dalam jiwa mereka, mereka ingin menempuh sebuah jalan untuk berkuasa tanpa melalui proses demokrasi, mereka itu ngakunya pejuang demokrasi, tapi nggak pernah mau paham apa esensi demokrasi," ujar Hasan melanjutkan.

8 hours ago
2
















































