REMBAG KAISTIMEWAN: Keistimewaan DIY Berawal dari Ketahanan Keluarga

4 hours ago 5

 Keistimewaan DIY Berawal dari Ketahanan Keluarga

Podcast Rembag Kaistimewan bertema Keluarga Berdaya, Keistimewaan Terjaga, Kamis (25/6)./ Harian Jogja/Ujang Hasanudin

JOGJA - Keluarga dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga nilai-nilai keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penanaman budaya, karakter, dan nilai moral harus dimulai dari lingkungan keluarga agar keistimewaan DIY tetap terjaga di tengah perubahan zaman.

Hal itu mengemuka dalam Rembag Kaistimewan bertema Keluarga Berdaya, Keistimewaan Terjaga. Melalui Dana Keistimewaan (Danais), Paniradya Kaistimewan DIY mendukung pelestarian tradisi keluarga sebagai bagian dari kewenangan kebudayaan.

Sekretaris Paniradya Kaistimewan DIY Ariyanti Luhur Tri Setyarini mengatakan keluarga menjadi ruang pertama untuk mempelajari nilai, norma, adat istiadat, seni, dan tradisi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keistimewaan Nomor 13 Tahun 2012.

"Nilai-nilai itu pertama diajarkan di keluarga. Semua nilai diajarkannya dalam keluarga. Pusat budaya kita yang ada di DIY, Kraton, punya beragam tradisi yang berkaitan erat dengan bagaimana meningkatkan kualitas keluarga," ujarnya.

Menurut Ariyanti, tradisi dalam daur hidup masyarakat Jawa, mulai dari siraman, mitoni, tingkepan, brokohan, tedhak siten, hingga tetesan atau sunatan, mengandung doa, harapan, dan pendidikan moral yang diwariskan antargenerasi.

"Prosesnya bahkan sebelum menjadi keluarga sudah dimulai. Semua adat dan tradisi itu mampu meningkatkan kualitas hidup kita secara moral dan spiritual. Semuanya diisi dengan doa dan harapan, dan diajarkan dalam keluarga. Bagaimana orang tua memberi contoh yang baik, awalnya dari keluarga," katanya.

Ia menambahkan keluarga merupakan sekolah pertama sehingga pendidikan khas Jogja tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada sekolah.

"Keluarga adalah sekolah pertama. Peran keluarga sangat penting. Nilai-nilai harus dimasukkan dari keluarga. Pendidikan khas Jogja tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada sekolah, sehingga kembali lagi pada peran keluarga," ujarnya.

Ketahanan Keluarga

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk DIY Erlina Hidayati Sumardi mengatakan penguatan ketahanan keluarga menjadi kebutuhan mendesak karena berbagai persoalan sosial, seperti kenakalan remaja dan pernikahan dini, masih terjadi.

"Ada banyak masalah yang menimpa keluarga, baik secara individu maupun keluarga secara keseluruhan. Kenakalan anak dan berbagai persoalan keluarga masih menjadi tantangan," katanya.

Ilustrasi keluarga menghabiskan waktu bersama. Keluarga dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga nilai-nilai keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui penanaman budaya, karakter, dan nilai moral sejak dini.

Menurut Erlina, peringatan Hari Keluarga Nasional (Hargana) menjadi momentum membenahi keluarga melalui asesmen terhadap persoalan yang dihadapi serta menentukan apakah penyelesaiannya membutuhkan bantuan masyarakat maupun psikolog.

"Membenahi keluarga itu penting supaya tidak ada permasalahan yang berkembang dalam keluarga. Momentum peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) penting untuk menyadari bahwa pembenahan harus dimulai dari keluarga. Harus ada asesmen, melihat masalah apa yang masih ada dan apakah bisa diselesaikan sendiri atau membutuhkan bantuan pihak lain seperti masyarakat atau psikolog," ujarnya.

Kepala Tim Pencegahan Densus 88 Satgaswil Yogyakarta Ipda Bagos menambahkan keluarga juga berperan penting mencegah penyimpangan perilaku hingga paparan radikalisme.

"Kami fokus pada penanggulangan terorisme. Kenakalan remaja dan kejahatan jalanan bisa menjadi pintu masuk penyimpangan lainnya. Misalnya perilaku kekerasan, fanatisme, solidaritas kelompok yang berlebihan, sikap eksklusif, hingga paparan radikalisme," ujarnya.

Menurut Bagos, komunikasi yang baik akan memperkuat nilai kebangsaan, moral, agama, dan cinta tanah air sehingga anak tidak mencari pengakuan dari lingkungan yang keliru.

"Jangan sampai anak-anak merasa sepi di tengah keramaian. Peran keluarga sangat penting, bahkan menentukan. Jika orang tua memahami pergaulan anak dan membangun komunikasi yang baik, maka nilai kebangsaan, moral, agama, dan cinta tanah air dapat ditanamkan dengan baik. Ketika ada masalah, anak akan bercerita kepada orang tua, bukan lari ke kelompoknya," katanya.

Sementara itu, Ketua Desa Prima Kartini Kalurahan Wedomartani Hastuti Setyaningrum mengatakan Desa Prima menjalankan empat program utama, yakni pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak, peningkatan kapasitas ekonomi perempuan, serta penguatan ketahanan keluarga. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|