Rektor Baru UII Prof Hari Purnomo Siapkan Kampus Hadapi Era Disrupsi

6 hours ago 3

Harianjogja.com, SLEMAN—Profesor Hari Purnomo resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) menggantikan Profesor Fathul Wahid yang telah habis masa jabatannya, oleh Yayasan Badan Wakaf UII Selasa (2/6/2026). Dalam kepemimpinan barunya, Hari menegaskan komitmen untuk membawa UII menjadi perguruan tinggi yang adaptif, visioner, dan mampu menjawab tantangan global di tengah percepatan perubahan ilmu pengetahuan, teknologi, sosial, dan ekonomi.

Dalam kesempatan itu Hari sekaligus melantik empat wakil rektor terdiri atas Prof. Riyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D. (Wakil Rektor Bidang Akademik, Rekognisi, Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan); Prof. Rifqi Muhammad, S.E., M.Sc., Ph.D. (Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Keberlanjutan); Dr. Nurjihad, S.H., M.H. (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keislaman, dan Kealumnian) dan Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES, Ph.D., IPU. (Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Admisi, dan Komunikasi Strategis

Pelantikan Rektor UII Hari Purnomo menjadi momentum penting bagi kampus swasta tertua di Indonesia tersebut untuk memperkuat kualitas akademik, memperluas dampak riset, serta memperkokoh tata kelola institusi yang berorientasi pada kemajuan peradaban dan kebutuhan masyarakat.

Dalam pidato sambutannya, Hari menyampaikan jabatan yang diembannya bersama jajaran wakil rektor merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

"Pada hari yang khidmat ini, saya menyadari bahwa amanah tersebut melekat pada tugas besar untuk memimpin sebuah universitas yang berdiri kokoh di atas cita-cita luhur para pendiri bangsa dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan peradaban," ujarnya sebagaimana ditayangkan lewat Youtube.

Ia menambahkan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya bukan sekadar bentuk pengakuan atas kapasitas pribadi.

"Kepercayaan yang diberikan kepada kami dan para wakil rektor bukanlah semata-mata pengakuan atas keunggulan pribadi, melainkan suatu amanah mulia yang kami terima dengan penuh kesadaran," tutur Hari.

Kepemimpinan Berbasis Integritas dan Kebersamaan

Hari Purnomo menegaskan bahwa kepemimpinan perguruan tinggi harus dibangun di atas integritas, pelayanan, dan semangat kolaborasi. Menurutnya, setiap kebijakan yang diambil akan selalu diarahkan untuk kemajuan UII dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Kami memahami bahwa tanggung jawab yang diamanatkan ini datang dengan panggilan moral untuk melayani dengan sepenuh hati dan integritas tertinggi. Setiap keputusan yang kami ambil dan setiap langkah yang kami tempuh akan selalu mengingatkan atas kepercayaan yang telah diberikan dan aspirasi besar untuk UII yang lebih maju. Untuk itu, kami persembahkan penghormatan dan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada setiap pihak yang telah mendorong kami dengan dukungan, harapan, dan doa-doa terbaik," ungkapnya.

Ia juga memastikan akan menjaga amanah tersebut dengan membangun fondasi institusi yang semakin kuat.

"Kepercayaan ini tidak akan pernah kami sia-siakan dan setiap upaya ditujukan untuk menciptakan UII yang lebih kuat, bermakna, dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat," tegas Hari.

Menurutnya, kepemimpinan di perguruan tinggi tidak dapat dijalankan secara individual. Kemajuan institusi hanya dapat dicapai melalui kerja sama yang solid dan kemampuan seluruh elemen kampus untuk menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

"Saya meyakini bahwa kepemimpinan di perguruan tinggi bukanlah perjalanan seorang diri, melainkan ikhtiar bersama yang menuntut kebijaksanaan, ketulusan, dan kesediaan untuk senantiasa menempatkan kepentingan institusi di atas kepentingan pribadi atau golongan. Dengan kesadaran penuh bahwa langkah ke depan hanya dapat ditempuh melalui kerja sama yang kokoh dan semangat kebersamaan yang terpelihara," tambahnya.

Perkuat Akademik dan Dampak Riset

Hari menilai universitas memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar menjadi tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.

Menurutnya, kampus harus menjadi ruang lahirnya gagasan inovatif, tempat tumbuhnya integritas, sekaligus pusat harapan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan masa depan.

"Universitas bukan sekadar tempat berlangsungnya proses belajar-mengajar, tetapi juga rumah besar bagi lahirnya gagasan, tumbuhnya integritas, dan terbangunnya harapan. Universitas di dalamnya terhimpun cita-cita para mahasiswa, dedikasi para dosen, ketekunan tenaga kependidikan, serta harapan masyarakat yang menaruh kepercayaan besar kepada dunia pendidikan tinggi. Oleh karena itu, kepemimpinan yang saya emban diarahkan untuk memperkuat mutu akademik, memperluas kebermanfaatan riset, meneguhkan tata kelola yang baik, serta memastikan bahwa Universitas Islam Indonesia terus hadir sebagai pilar peradaban yang memberi jawaban atas tantangan zaman," papar mantan Dekan FTI ini.

Ia menilai transformasi pendidikan tinggi menjadi semakin penting karena dunia saat ini menghadapi disrupsi di berbagai bidang. Perguruan tinggi dituntut tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga memiliki visi jangka panjang dalam menyiapkan generasi yang unggul secara intelektual dan berkarakter kuat.

"Tantangan kita ke depan dihadapkan pada perubahan yang sangat cepat dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, sosial, ekonomi, maupun budaya. Hal tersebut menuntut perguruan tinggi tidak hanya adaptif, tetapi juga visioner untuk membangun ekosistem akademik yang unggul, berkarakter, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Universitas perlu menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral, kuat dalam integritas, serta mampu menghadirkan solusi yang bernilai bagi bangsa dan kemanusiaan," jelasnya.

Ajak Sivitas Akademika Bersatu

Untuk mewujudkan visi tersebut, Hari mengajak seluruh sivitas akademika UII memperkuat kolaborasi dan menjaga semangat pembaruan yang berakar pada nilai-nilai keislaman.

"Saya mengajak kepada seluruh sivitas akademika agar melangkah bersama dalam semangat pembaruan yang berakar pada nilai-nilai luhur Universitas Islam Indonesia. Marilah kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan, ilmu sebagai jalan pengabdian, dan integritas sebagai landasan utama dalam setiap keputusan serta tindakan. Saya percaya, dengan niat yang tulus, kerja yang sungguh-sungguh, dan persatuan yang terjaga, Universitas Islam Indonesia akan semakin maju, semakin bermutu, dan semakin bermakna bagi masyarakat, bangsa, dan negara," serunya.

Hormati Warisan Rektor Terdahulu

Dalam pidatonya, Hari juga memberikan penghargaan kepada para rektor terdahulu yang telah membangun fondasi kuat bagi perkembangan UII hingga saat ini. Menurutnya, kemajuan UII tidak terlepas dari dedikasi, keputusan strategis, dan nilai-nilai yang diwariskan para pemimpin sebelumnya.

"Universitas Islam Indonesia berkembang dikarenakan sentuhan halus para pemimpin terdahulu, yang mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan, ketekunan yang konsisten, keberanian mengambil keputusan strategis, dan berorientasi pada masa depan. Mereka telah membangun fondasi yang kokoh, yang bukan hanya memperkuat peran institusi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keunggulan, integritas, pelayanan, dan spiritualitas yang berlandaskan ajaran Islam, sehingga terus menginspirasi setiap anggota keluarga besar Universitas Islam Indonesia," tuturnya.

Hari juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah mantan rektor yang hadir dalam pelantikan tersebut, antara lain Edy Suandi Hamid, Harsoyo, dan Fathul Wahid.

"Di forum ini kami ucapkan terima kasih kepada rektor senior. Kami melihat tadi ada Pak Edy Suandi Hamid, ada Pak Harsoyo, kemudian rektor yang saya lihat terakhir, Prof. Fathul Wahid. Terima kasih atas pengabdiannya selama ini, dan semoga kami nanti bisa mengikutinya," sebutnya.

Sebagai rektor baru, Hari Purnomo menegaskan akan terus merawat fondasi yang telah dibangun para pendahulunya sembari menghadirkan berbagai inovasi agar UII tetap relevan menghadapi perkembangan zaman dan terus berkontribusi bagi masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas kampus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|