Ratusan Pegawai Google Minta CEO Berhenti Jadi Antek Trump

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Lebih dari 580 karyawan Google mendesak CEO Sundar Pichai untuk bekerja sama dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengerjakan AI militer. Alasannya karena raksasa teknologi tidak bisa memantau penggunaan AI.

Dari ratusan karyawan, terdapat lebih dari 20 direktur, direktur senior dan wakil presiden. Adapula peneliti senior Google DeepMind, unit bisnis Google terkait AI.

"Kami adalah karyawan Google yang prihatin mengenai negosiasi yang tengah terjadi antara Google dan Departemen Pertahanan AS," bunyi surat tersebut, dikutip The Next Web, Selasa (28/4/2026).

Para pegawai Google menyebut kerja sama yang tengah dilakukan sekarang adalah sebuah kesalahan.

"Sebagai orang yang bekerja di bidang AI, kami tahu sistem ini memusatkan kekuasaan dan mereka memang melakukan kesalahan," ungkap surat yang sama.

Insinyur riset AI Google DeepMind di Inggris, Sofia Liguori, mengatakan kekhawatiran pegawai adalah mendorong tenaga kerja mempercayai pimpinan perusahaan untuk menandatangani kontrak. Namun dia yang ikut menandatangani surat tersebut juga menekankan adanya kekhawatiran soal agen AI.

"AI berbasis agen sangat mengkhawatirkan karena tingkat kemandirian yang bisa dicapai. Seperti memberikan alat yang ampuh, serta melepaskan kendali pada pengguna," jelasnya.

AI diketahui sebagai alat baru dalam perang dan AS serius menggarap bidang tersebut. Google diketahui tengah melakukan kesepakatan rahasia dengan pemerintah.

Wakil menteri pertahanan untuk penelitian dan rekayasa, Emil Michael mengonfirmasi soal pembicaraan itu untuk menggunakan agen Gemini pada infrastruktur cloud rahasia.

"Pentagon akan mulai dengan yang tidak rahasia karena di sana sebagian besar pengguna berada, kemudian kita akan sampai ke tahapan rahasia dan sangat rahasia," ungkap Michael kepada Bloomberg pada bulan Maret.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|