Ramai-Ramai Tinggalkan Teknologi Amerika, Ternyata Ini Alasannya

10 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Dominasi Amerika Serikat (AS) di sektor teknologi makin tertekan. Bukan cuma China yang ingin lepas dari ketergantungan terhadap teknologi AS, kini Uni Eropa juga mengekor.

Komisi Eropa pada Rabu (3/6) waktu setempat, mengajukan aturan untuk menggenjot industri cloud, semkonduktor, dan AI domestik. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memutus ketergantungan terhadap raksasa teknologi AS.

Hal ini menunjukkan sikap berani negara-negara Eropa yang tegas menentang kritik pemerintah AS. Sebelumnya, AS sudah berulang kali mengancam Uni Eropa dengan tarif tinggi, jika masih menekan industri teknologinya.

Kriti itu bersumbu pada aturan Digital Market Acts (DMA) dan Digital Services Act (DSA) yang diberlakukan Uni Eropa. DMA dan DSA bertujuan membasmi praktik monopoli raksasa teknologi AS seperti Google, Apple, Meta Platforms, dan Amazon.

Gara-gara aturan tersebut, raksasa teknologi AS harus merombak layanan mereka di Uni Eropa atau terancam denda jumbo.

Aturan terbaru Uni Eropa untuk melepas ketergantungan terkonologi terhadap AS dituangkan melalui 'Cloud and AI Development Act' dan 'Chips Act 2.0'. Kedaulatan teknologi ini sekaligus bertujuan untuk mengurangi ketimpangan dengan AS dan China di sektor teknologi.

Tak main-main, Komisi Eropa menargetkan pangsa pasar global untuk semikonduktor Uni Eropa mencapai 20% pada 2030 mendatang, dikutip dari CNBC International, Kamis (4/6/2026).

"Kita tidak bisa bergantung pada pihak lain untuk teknologi yang menjaga rumah sakit kita tetap beroperasi, jaringan energi kita tetap stabil, dan layanan kita tetap aman," kata Presiden Komisi Ursula von der Leyen dalam sebuah pernyataan.

Kepala teknologi Uni Eropa, Henna Virkkunen, memperingatkan risiko "saklar pemutus", merujuk pada kemungkinan bahwa pemerintah atau perusahaan asing bisa menonaktifkan atau mengganggu layanan yang menjadi tumpuan di Uni Eropa.

"Kami ingin memastikan bahwa di bidang-bidang kritis, kami selalu dapat mengontrol layanan dan mengontrol data di Eropa," katanya.

Proposal tersebut menetapkan persyaratan kedaulatan untuk penyedia cloud di sektor-sektor sensitif seperti perbankan, energi, dan perawatan kesehatan, yang sebagian didorong oleh kekhawatiran atas undang-undang AS, seperti Cloud Act, yang mengharuskan penyedia berbasis di AS untuk memberikan akses kepada pihak berwenang ke data meskipun data tersebut disimpan di luar negeri.

Raksasa Teknologi AS Lakukan Ini

Untuk kontrak publik yang penting, vendor akan diwajibkan untuk memastikan bahwa software dan hardware dibuat di Uni Eropa. Hal ini untuk menghindari perusahaan non-Eropa mengendalikan data dan layanan.

"Di bidang yang sangat penting seperti pertahanan misalnya, sangat penting bahwa teknologi dikendalikan oleh orang Eropa dari Eropa dan juga data tetap berada di sini," katanya.

Amazon, Microsoft, dan Google yang merupakan tiga penyedia layanan cloud terbesar di dunia dengan pangsa pasar lebih dari 60%, telah menemukan berbagai cara untuk mengatasi kekhawatiran Uni Eropa.

"Microsoft menawarkan solusi cloud yang aman dan berdaulat yang memberikan kendali kepada pelanggan, dan kami siap membantu membangun ekosistem AI yang kuat, tangguh, dan terhubung secara global di Eropa," kata juru bicara Microsoft.

Microsoft telah meluncurkan usaha cloud yang dikendalikan secara lokal seperti Bleu, yang dimiliki oleh Capgemini dan Orange dari Prancis, dan Delos Cloud, anak perusahaan SAP yang menggunakan infrastruktur Microsoft Azure dalam upaya untuk mengatasi kekhawatiran kedaulatan Eropa.

Amazon pada tahun ini meluncurkan layanan yang sepenuhnya dihosting di Eropa, secara fisik dan hukum terpisah dari infrastruktur global lainnya. Raksasa itu mengatakan telah menginvestasikan miliaran euro dalam infrastruktur cloud Eropa untuk membantu perusahaan berkembang.

"Organisasi-organisasi Eropa berhak mendapatkan akses ke teknologi terbaik yang tersedia dari penyedia tepercaya, yang dipilih berdasarkan keamanan, kinerja, kontrol yang dapat diverifikasi, dan nilai," kata juru bicara unit cloud Amazon, AWS.

Proposal Uni Eropa juga mencakup proses persetujuan jalur cepat untuk data center yang akan mendapatkan akses jaringan preferensial dan pengurangan biaya jaringan karena menggunakan chip buatan Eropa dan meningkatkan efisiensi energi.

Chips Act yang diperbarui bertujuan untuk meningkatkan chip buatan Eropa dengan mendorong perjanjian antara produsen dan pembeli untuk menjamin pembelian produk di masa mendatang.

Kedua proposal tersebut akan dinegosiasikan dengan negara-negara anggota Uni Eropa dan Parlemen Eropa dalam beberapa bulan mendatang sebelum dapat menjadi undang-undang.

Dalam beberapa bulan terakhir, pejabat AS telah mengkritik peraturan Uni Eropa yang bertujuan untuk mengekang perusahaan teknologi besar dan memaksa mereka untuk lebih mengawasi platform mereka dari konten ilegal dan berbahaya.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|