Pertemuan antara Prabowo dan Megawati di Istana Negara. /Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menggelar pertemuan strategis selama dua jam untuk membahas dinamika geopolitik terkini. Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan diskusi ini menjadi wadah pertukaran pandangan antartokoh nasional demi memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.
“Banyak sekali yang didiskusikan. Hampir dua jam pertemuan, banyak bertukar pandangan,” ujar Prasetyo saat memberikan keterangan pers dalam agenda gelar griya (open house) Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026).
Prasetyo menambahkan pertemuan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman kepemimpinan antara dua tokoh nasional yang pernah memegang jabatan strategis. Apalagi, Megawati diketahui pernah menjabat sebagai wakil presiden dan presiden, sehingga dinilai memiliki perspektif penting dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.
Prasetyo menekankan bahwa meskipun setiap era memiliki dinamika dan tantangan yang berbeda, pertukaran pandangan antar pemimpin tetap relevan untuk kemajuan bangsa. “Sebagai seorang pemimpin tentu sangat baik untuk saling memberikan masukan dan berbagi pengalaman demi kemajuan bangsa dan negara kita,” katanya.
Dia juga mengonfirmasi bahwa isu geopolitik menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Namun, dia tidak memerinci lebih lanjut substansi pembahasan yang dimaksud.
Pertemuan ini berlangsung dalam suasana Idulfitri yang penuh kehangatan, sekaligus mencerminkan komunikasi politik antara tokoh-tokoh nasional dalam merespons situasi global dan domestik yang terus berkembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































