PLTP Gunung Ungaran Jadi Sorotan, DPRD Minta Proyek Dikaji Ulang

5 hours ago 5

Newswire

Newswire Senin, 07 September 2026 11:57 WIB

PLTP Gunung Ungaran Jadi Sorotan, DPRD Minta Proyek Dikaji Ulang

Ilustrasi geothermal atau panas bumi. - Foto dibuat oleh AI/StockCake

Harianjogja.com, SEMARANG—Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran diminta dikaji ulang. Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah Muhammad Farchan menilai pemerintah perlu menghitung secara menyeluruh manfaat dan potensi kerugian proyek tersebut.

"Proyek geothermal Gunung Ungaran ini kan informasinya sedang dalam pengkajian. Namun, ketika pengkajian dilakukan, rekomendasi izin justru sudah diterbitkan pemerintah pusat, yakni Kementerian ESDM," katanya di Semarang, Minggu (6/9/2026).

Menurut Farchan, penolakan masyarakat terhadap proyek geothermal Gunung Ungaran merupakan hal yang wajar. Gunung Ungaran selama ini memiliki peran vital, mulai dari sumber air minum, lahan hijau, hingga habitat satwa yang dilindungi.

Habitat Elang Jawa Jadi Perhatian

Farchan menyoroti keberadaan flora dan fauna di kawasan Gunung Ungaran. Salah satu yang menjadi perhatian ialah Elang Jawa yang disebutnya hampir punah.

"Flora fauna di Gunung Ungaran ini sangat sangat kental sekali. Ada burung Elang Jawa atau orang mengatakan burung Garuda yang hampir punah. Ini kan harus ekstra hati-hati," katanya.

Selain kekayaan alam, kawasan Gunung Ungaran juga memiliki bangunan cagar budaya. Salah satunya Candi Gedong Songo yang merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno dari masa Dinasti Sanjaya pada abad ke 8-9 Masehi.

Keberadaan situs budaya tersebut menjadi salah satu pertimbangan yang menurut Farchan perlu diperhatikan dalam rencana pengembangan PLTP Gunung Ungaran.

Gunung Ungaran Sumber Air Baku

Farchan juga memiliki pengalaman terkait pemanfaatan sumber air Gunung Ungaran. Sebagai mantan Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, ia memahami peran Gunung Ungaran sebagai sumber air baku bagi perusahaan daerah tersebut.

Menurut dia, pembangunan proyek geothermal perlu memperhitungkan perubahan bentang alam yang dapat terjadi.

"Perubahan bentang alam ini enggak main-main. Ketika proyek ini dimulai tentu akan merubah bentang alam. Jalan akses yang akan dibangun, lahan rusak dan sebagainya. Di sana ada tempat potensi wisata, dan sebagainya," katanya.

Bukan Berarti Proyek Geothermal Salah

Farchan menegaskan penolakan terhadap pembangunan PLTP Gunung Ungaran tidak serta-merta berarti proyek tersebut salah.

Menurut dia, pemerintah perlu menghitung secara cermat manfaat dan kerugian sebelum proyek dilanjutkan.

"Kami tidak dalam konteks bahwa proyek ini salah loh. Namun perlu diperhitungkan. Jadi, perhitungan-perhitungan ini yang perlu dilakukan oleh pihak pemerintah pusat," kata Farchan.

Sebelumnya, pengembangan energi geothermal melalui PLTP Gunung Ungaran telah mendapatkan penolakan dari masyarakat. Sejumlah petisi bahkan telah menghimpun ribuan tanda tangan.

Penolakan tersebut berkaitan dengan lokasi proyek yang berada di kawasan yang memiliki situs budaya Candi Gedong Songo serta kekhawatiran terhadap dampaknya bagi lingkungan sekitar.

Di sisi lain, pengembangan panas bumi Gunung Ungaran melalui pembangunan PLTP berpotensi menghasilkan energi listrik sebesar 55 megawatt (MW).

Proyek tersebut diperkirakan dapat menyumbang 4-5 persen dari total bauran energi baru terbarukan (EBT) di Jawa Tengah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|