Pesawat Wisata Jatuh di Dekat Nazca Lines, Peru, 13 Orang Tewas

5 hours ago 3

Newswire

Newswire Minggu, 02 Agustus 2026 09:57 WIB

Pesawat Wisata Jatuh di Dekat Nazca Lines, Peru, 13 Orang Tewas

Ilustrasi kecelakaan pesawat - Foto dibuat oleh AI/StockCake

Harianjogja.com, MOSKOW—Sebanyak 13 orang meninggal dunia setelah pesawat wisata kecil yang mengangkut wisatawan jatuh di dekat kawasan Nazca Lines, Peru selatan, Sabtu (1/8/2026) waktu setempat. Seluruh penumpang dan awak pesawat dipastikan tewas dalam insiden tersebut, sementara penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan.

Kecelakaan terjadi di Pueblo Viejo, sekitar 6 kilometer dari Kota Nazca dan sekitar 12 kilometer dari situs Nazca Lines, destinasi wisata yang terkenal sebagai kompleks geoglif warisan dunia UNESCO. Pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan Cessna Grand Caravan yang digunakan untuk penerbangan wisata mengelilingi kawasan Garis Nazca dari udara.

Berdasarkan laporan radio RPP dan dikonfirmasi otoritas setempat di Nazca, dari 13 korban jiwa, 11 orang merupakan wisatawan asing yang terdiri atas tujuh warga negara Italia, dua warga Jerman, dan dua warga Spanyol. Dua korban lainnya adalah awak pesawat yang merupakan warga Peru.

Pilot dan kopilot yang turut menjadi korban tewas masing-masing bernama Americo Salazar Cuellar dan Irenka Del Carpio.

Menurut laporan polisi, pesawat lepas landas dari Kota Pisco sekitar pukul 13.00 waktu setempat untuk penerbangan wisata di atas Garis Nazca. Beberapa menit setelah mengudara, awak pesawat sempat membunyikan alarm sebelum kontak dengan menara pengawas lalu lintas udara terputus.

Pesawat kemudian dilaporkan jatuh sekitar pukul 13.20 waktu setempat dan terbakar. Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih belum diketahui.

"Kami memperoleh informasi bahwa 11 penumpang dan dua awak pesawat telah meninggal dunia," kata Mayor Polisi Jorge Andrade kepada wartawan di lokasi kejadian.

Andrade menegaskan tidak ada korban yang selamat dalam kecelakaan tersebut.

"Mengingat parahnya kecelakaan ini, tidak ada korban yang selamat. Sejauh ini kami telah mengevakuasi empat jenazah," tambahnya.

Pihak berwenang telah membuka penyelidikan untuk mengungkap faktor penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

Pemerintah Kota Nazca menegaskan proses investigasi maupun pengawasan terhadap operasi penerbangan sepenuhnya menjadi kewenangan otoritas penerbangan.

"Dalam penyelidikan kecelakaan ini dan pengawasan terhadap operasi penerbangan merupakan tanggung jawab otoritas yang berwenang, yang akan menentukan penyebab dan menetapkan tanggung jawab sesuai dengan hukum," kata Pemerintah Kota Nazca dalam pernyataannya pada Sabtu.

Kementerian Pariwisata Peru turut menyampaikan belasungkawa atas tragedi tersebut.

Insiden ini kembali menyoroti keselamatan penerbangan wisata di kawasan Nazca Lines yang setiap tahun menarik ratusan ribu wisatawan untuk menyaksikan pola-pola raksasa di Gurun Nazca dari udara. Berbagai operator menawarkan penerbangan wisata untuk melihat garis-garis ikonik yang diperkirakan berasal dari periode tahun 200 hingga 700 Masehi.

Namun, selama bertahun-tahun muncul kekhawatiran mengenai aspek keselamatan penerbangan dan pemeliharaan pesawat yang digunakan dalam layanan wisata tersebut.

Pada 2022, kecelakaan pesawat kecil di kawasan yang sama menewaskan tujuh orang, termasuk dua warga Chile dan tiga warga Belanda.

Sebelumnya, pada Oktober 2010, empat wisatawan asal Inggris dan dua awak pesawat asal Peru meninggal dunia ketika pesawat kecil yang dioperasikan AirNasca jatuh setelah melakukan penerbangan di atas Garis Nazca.

Masih pada tahun yang sama, tiga warga Chile dan empat warga Peru juga tewas setelah sebuah pesawat Cessna 206 mengalami kecelakaan.

Sementara itu, pada April 2008, lima wisatawan asal Prancis meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat lainnya di kawasan tersebut, meski pilot berhasil selamat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|