Jakarta, CNBC Indonesia - Director of Public Policy, Government Affairs & Corporate Communications PepsiCo, Gabrielle Angriani Johny mengakui bahwa pengawasan sektor makanan dan minuman di Indonesia sangat ketat. Produsen selalu dituntut wajib menghadirkan produk yang berkualitas dan aman untuk dikonsumsi.
"Betul, kami mendirikan pabrik di 2025, dengan investasi Rp3 triliun untuk pabrik citos dan Doritos. Bahan baku jagungnya ada spesifikasi tertentu agar tidak berbahaya," ujarnya dalam acara Food Summit 2026 di Auditorium Gedung Bank Mega Jakarta, Senin (27/4/2026).
Namun ujar Gabrielle, banyak masyarakat yang belum paham bahwa bahan baku produk berkualitas tidak selalu tersedia di Indonesia. Sehingga tidak heran jika untuk beberapa bahan baku masih ada yang impor.
PepsiCo pun sebagai produsen makanan dan minuman global diakuinya telah berkomitmen menjalankan ketentuan dan memastikan rantai pasok makanan.
"Kami tetap menjalankan komitmen. Tapi kami rasa butuh lebih banyak edukasi masyarakat dan petani. Kami telah kerja sama dengan patner petani, agar bisa buat produk sesuai industri dan bisa diserap," terangnya.
Menurut Gabrielle, pihaknya selalu aktif mengedukasi dan mengembangkan pertanian kentang dan jagung bersama petani lokal. Upaya ini menjadi salah satu bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong produktivitas dan kualitas petani.
"Kami juga upayakan transfer pengetahuan. Ini bisa cepat dan petani bisa mau nerima arahan agar hasil bisa meningkat," terangnya.
(dpu/dpu)
Addsource on Google


















































