Penumpang Bus Sekolah Si Bulan Sleman Naik, Koridor Pakem Terpadat

4 hours ago 3

Penumpang Bus Sekolah Si Bulan Sleman Naik, Koridor Pakem Terpadat

Bus sekolah - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/StocCake

Harianjogja.com, SLEMAN— Jumlah penumpang Bus Sekolah Layak Anak (Si Bulan) di Kabupaten Sleman mengalami peningkatan seiring dimulainya tahun ajaran baru 2026. Meski demikian, Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman memastikan belum ada penambahan armada maupun trayek layanan pada tahun ini.

Kepala Seksi Keselamatan Transportasi Dishub Sleman, Rosalyna Setia, mengatakan kenaikan jumlah pengguna terjadi hampir di seluruh koridor layanan Si Bulan.

"Kalau nambah penumpang, iya. Tapi kalau nambah trayek sama armada, tahun ini belum," ujar Rosa, Kamis (30/7/2026).

Saat ini, Dishub Sleman masih mengoperasikan empat armada Bus Si Bulan yang melayani dua jalur utama, yakni koridor Dishub Sleman–Pasar Godean dan Terminal Pakem–Bandara Adisutjipto.

Koridor Terminal Pakem–Bandara Adisutjipto Catat Penambahan Terbanyak

Berdasarkan data Dishub Sleman, penambahan penumpang terjadi pada seluruh koridor dengan jumlah yang bervariasi.

Rinciannya meliputi:

Koridor 1 bertambah 7 penumpang.
Koridor 2 bertambah 13 penumpang.
Koridor 3 bertambah 18 penumpang.
Koridor 4 bertambah 12 penumpang.

Menurut Rosa, peningkatan tertinggi terjadi pada Koridor 3 dan Koridor 4 yang melayani rute Terminal Pakem–Bandara Adisutjipto.

"Yang banyak [tambahan penumpang itu] Koridor 3 dan 4. Terminal Pakem - Bandara Adisutjipto itu kalau total ya 40," ujarnya.

Seluruh Pelajar Tetap Terlayani

Meningkatnya jumlah penumpang tidak membuat Dishub Sleman membatasi layanan bagi pelajar. Rosa memastikan seluruh siswa yang ingin menggunakan Bus Si Bulan tetap dapat terangkut.

Menurutnya, kapasitas bus masih dapat mengakomodasi tambahan penumpang karena sebagian siswa naik dan turun di titik pemberhentian yang berbeda. Selain itu, armada yang melayani Koridor 3 dan 4 memiliki kapasitas lebih besar sehingga penumpang masih dapat berdiri apabila seluruh kursi telah terisi.

"Enggak pernah kami menolak siswa, alhamdulillah selalu tertampung. Kalau yang koridor 3 dan 4 itu kan busnya besar, jadi anak-anak bisa berdiri," ungkapnya.

Untuk Koridor 1 dan Koridor 2 yang menggunakan armada Elf, Rosa mengatakan kondisi masih cukup memadai meski sesekali terdapat satu hingga dua penumpang yang harus berdiri.

"Terus yang koridor 1-2 itu kan pakai Elf itu pas. Ya kalau berdiri ya 1-2, tapi kan jaraknya rumah mereka ke sekolah paling 10 menit," imbuh Rosa.

Dishub Sleman Siapkan Kajian Trayek Baru

Walaupun belum ada rencana menambah armada pada tahun ini, Dishub Sleman tetap membuka peluang pengembangan layanan melalui penambahan trayek baru.

Salah satu rute yang masuk dalam kajian adalah lintasan Dishub Sleman–Eks Terminal Tempel.

Menurut Rosa, kajian mengenai trayek tersebut sebenarnya telah dilakukan. Namun, realisasi pembukaan jalur baru akan mempertimbangkan tingkat kebutuhan atau permintaan masyarakat dibandingkan rute lain yang dikaji.

"Rencananya ke situ, itu kan sudah ada dalam kajian kami sebenarnya, kami kan sudah pernah melakukan kajian. Cuma kalau dalam kajian ada yang demand-nya lebih tinggi, ya kami ambil yang itu. Tapi yang sementara pengennya [tambahan trayek] ke situ," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|