PDB Negara Eropa Ini Ambruk 12,1%, Zona Euro Langsung Minus 0,2%

5 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Perekonomian zona euro dilaporkan mengalami kontraksi sebesar 0,2% pada tiga bulan pertama tahun 2026 berdasarkan rilis data terbaru pada hari Jumat, (5/06/2026). Angka pertumbuhan tersebut direvisi turun secara tajam dari perkiraan pertumbuhan awal yang sempat diumumkan sebelumnya ke publik.

Mengutip laporan dari AFP,, perkiraan awal yang dikeluarkan oleh badan statistik Uni Eropa sebelumnya sempat memproyeksikan bahwa pertumbuhan kuartal pertama di 21 negara zona euro akan berada di level yang hampir datar yaitu sebesar 0,1% jika dibandingkan dengan periode tiga bulan sebelumnya.

Namun, revisi penurunan yang dinilai sangat tajam dan tidak biasa ini akhirnya terjadi akibat adanya kemerosotan besar pada angka-angka ekonomi Irlandia. Aktivitas ekonomi di negara Irlandia tersebut dilaporkan ambles hingga mencapai 12,1% dan menyeret kinerja ekonomi kawasan secara keseluruhan.

Mengutip data terbaru dari Kantor Statistik Pusat (CSO), perekonomian Irlandia mengalami kontraksi rekor sebesar 12,1% pada kuartal pertama tahun ini jika dibandingkan dengan periode tiga bulan sebelumnya. Meskipun demikian, ekonomi negara tersebut dilaporkan tetap tumbuh jika aktivitas perusahaan multinasional dikeluarkan dari perhitungan.

Angka terbaru yang diperbarui ini sangat kontras dengan perkiraan awal produk domestik bruto (PDB) pada akhir April yang hanya menunjukkan penurunan sebesar 2%. Jika data tersebut dibandingkan secara tahunan (annually), terjadi penurunan PDB yang sangat masif hingga mencapai 17,1%.

PDB Irlandia sendiri hancur lebur akibat kontraksi sebesar 35% pada sektor industri global yang terjadi selama bulan Januari, Februari, dan Maret jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Di samping itu, sektor informasi dan komunikasi juga mencatatkan penurunan sebesar 2% pada periode yang sama.

Kepala Ekonom Goodbody, Dermot O'Leary, menyatakan bahwa skala penurunan yang terjadi di Irlandia ini memiliki dampak yang sangat sistemik bagi kawasan Eropa. Pihak Bank of Ireland juga ikut menyoroti jatuhnya angka-angka indikator ekonomi tersebut dalam rilis resminya.

"Skala penurunan ini telah mendorong kawasan euro ke dalam kontraksi pada kuartal tersebut," kata O'Leary seraya menambahkan bahwa revisi perkiraan untuk Irlandia ini telah memangkas hingga 0,4% dari PDB kawasan euro.

"Ini merupakan penurunan PDB kuartalan tertajam dalam rekor sejarah Irlandia," sebut Bank of Ireland namun memberikan catatan bahwa hal itu hanya mencerminkan kondisi dari sebagian kecil perusahaan multinasional di sektor farmasi.

Sementara itu, Thomas Pugh selaku kepala ekonom di firma audit, pajak, dan konsultan RSM Ireland, menilai bahwa anjloknya PDB ini lebih disebabkan oleh faktor ekspor. Sebagian besar adalah farmasi.

"PDB terseret turun oleh runtuhnya ekspor barang... seiring dengan terus berbaliknya lonjakan ekspor tahun lalu yang terjadi sebelum penerapan tarif Amerika Serikat," pungkas Pugh.

(tps/tps)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|