Pakar ITB Ingatkan Waspada Gempa Susulan di NTT

6 hours ago 10

Sejumlah warga terdampak bencana gempa beristirahat di tenda pengungsian di Stadion Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Data Kementerian Sosial mencatat hingga pukul 15.40 WIB, terdapat sekitar dua ribu jiwa dilaporkan terdampak bencana gempa bumi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB yang merupakan ahli gempa dan kadaster, Prof Irwan Meilano mengatakan gempa bumi magnitudo 7,7 di NTT, Sabtu (15/8/2026) terjadi akibat sesar naik busur  belakang Flores. Ia mengingatkan potensi gempa susulan sebab masih terdapat bagian yang belum menghasilkan gempa.

Ia menyebut lokasi terjadi gempa merupakan bagian dari sesar naik busur belakang Flores dan memiliki aktivitas kegempaan signifikan. Di lokasi tersebut pernah terjadi gempa magnitudo 6,6 pada 2009 dan rangkaian gempa di utara Lombok pada 2018.

Prof Irwan mengatakan kajian akademik dalam penyusunan peta gempa nasional menunjukkan masih terdapat bagian di kawasan tersebut yang memiliki potensi kegempaan. “Masih ada bagian yang sebetulnya belum menghasilkan gempa. Kita tidak berharap itu terjadi," kata dia, Ahad (16/8/2026).

Akan tetapi secara riset akademik yang dihasilkan Pusgen dan menjadi pusat studi gempa nasional masih ada di wilayah itu. Ia mengatakan aktivitas gempa susulan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan setelah gempa utama.

Prof Irwan mengatakan gempa besar pada umumnya diikuti oleh gempa-gempa susulan yang secara bertahap cenderung menurun magnitudonya. Meski begitu, kewaspadaan masyarakat tetap diperlukan.

Ia mengingatkan bahwa pengalaman gempa Lombok pada 2018 menunjukkan aktivitas gempa dapat melibatkan segmen yang berdekatan. "Sangat mungkin, tidak kita harapkan, bahwa gempa ini kemudian memicu bagian segmen yang berdekatan," kata dia.

Ia juga mengingatkan bahwa gempa susulan dengan magnitudo di atas 6 tetap berpotensi menimbulkan dampak yang signifikan. “Mungkin gempanya banyak, tapi semakin lama semakin mengecil. Tetapi masih ada kemungkinan, walaupun kecil, apabila gempanya di atas enam, itu bisa memberikan dampak merusak yang cukup signifikan,” kata dia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|