Jumali Selasa, 09 Juni 2026 13:37 WIB
Harianjogja.com, JOGJA— Banyak orang pernah mengalami kondisi ketika pikiran terasa terus bekerja tanpa henti, terutama saat malam hari ketika tubuh sudah lelah tetapi kepala justru semakin aktif. Berbagai kekhawatiran, penyesalan, hingga skenario yang berulang di dalam kepala sering membuat seseorang sulit tidur dan sulit merasa tenang.
Fenomena ini dikenal sebagai overthinking atau berpikir berlebihan, yang kini semakin umum terjadi di tengah tekanan hidup modern yang serba cepat. Pikiran yang terus berputar tanpa jeda dapat menimbulkan kelelahan mental, gangguan emosi, hingga menurunnya kualitas hidup sehari-hari.
Psikiater Judith Orloff, M.D., sebagaimana dikutip dari Psychology Today, menyebut banyak pasien mengeluhkan pikiran yang terlalu aktif hingga sulit dikendalikan. Suara dalam kepala yang terus-menerus tersebut membuat seseorang terjebak dalam pola pikir yang berulang tanpa menemukan solusi yang jelas.
Dalam penjelasannya, manusia disebut memiliki dua sisi diri, yakni diri kecil yang dipenuhi ego dan emosi, serta diri besar yang lebih terhubung dengan ketenangan dan kesadaran. Overthinking kerap muncul ketika ego mendominasi dan mempertahankan emosi negatif seperti rasa takut atau marah.
Sebaliknya, pendekatan berbasis empati dan kesadaran diri disebut dapat membantu seseorang keluar dari pola pikir tersebut dan kembali menemukan ketenangan batin.
Berikut beberapa langkah yang dapat membantu menenangkan pikiran:
- Mengenali pola pikir yang tidak produktif dengan sikap penuh kasih pada diri sendiri.
- Memusatkan perhatian pada napas melalui hidung agar fokus kembali ke tubuh.
- Mengingatkan diri bahwa overthinking tidak menyelesaikan masalah.
- Fokus pada kondisi saat ini, bukan skenario buruk di masa depan.
- Menerima hal-hal yang berada di luar kendali.
- Meletakkan tangan di dada sambil membayangkan sesuatu yang menenangkan.
- Mengulang afirmasi positif seperti “Semua akan baik-baik saja.”
- Mendengarkan musik yang lembut untuk menenangkan emosi.
- Menghabiskan waktu di alam untuk membantu pikiran lebih rileks.
Dengan melatih kesadaran diri dan mengurangi dominasi pikiran yang berlebihan, seseorang dapat memberi ruang bagi ketenangan dan perspektif yang lebih sehat dalam menghadapi masalah.
Overthinking adalah kebiasaan yang dapat dikurangi melalui latihan sederhana dan konsisten. Dengan menerapkan teknik mindfulness dan langkah-langkah di atas, pikiran dapat kembali lebih tenang dan terkontrol, terutama saat menghadapi tekanan sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































