Jumali Minggu, 17 Mei 2026 13:07 WIB

Mesin pencari AI - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—OpenAI mulai membawa ChatGPT masuk lebih dalam ke kehidupan pribadi pengguna lewat fitur ChatGPT Finance yang resmi diperkenalkan pada 15 Mei 2026.
Tidak lagi sekadar menjawab pertanyaan umum soal keuangan, kini ChatGPT dapat memahami kondisi finansial pengguna secara langsung setelah terhubung ke rekening bank dan akun investasi.
Dilansir dari laman resmi Open AI, pada tahap awal, fitur ChatGPT Finance tersedia dalam versi preview bagi pelanggan ChatGPT Pro di Amerika Serikat melalui platform web dan iOS. OpenAI menyebut dukungan untuk pengguna ChatGPT Plus serta ekspansi ke lebih banyak negara akan dilakukan secara bertahap.
Melalui integrasi dengan platform koneksi keuangan Plaid, ChatGPT dapat mengakses data finansial pengguna dari lebih dari 12.000 institusi keuangan. Beberapa di antaranya termasuk Chase, Fidelity, Charles Schwab, Capital One, hingga American Express.
Dengan akses tersebut, ChatGPT mampu menganalisis pola pengeluaran, memantau tagihan rutin, mengidentifikasi langganan bulanan, menyusun anggaran, hingga membantu perencanaan keuangan jangka panjang berdasarkan data riil pengguna.
Setelah akun berhasil terhubung, pengguna akan melihat dasbor keuangan yang menampilkan ringkasan kondisi finansial mereka, mulai dari saldo rekening, performa investasi, pengeluaran bulanan, hingga tagihan yang akan datang.
OpenAI menyebut peluncuran fitur ini didorong tingginya minat pengguna terhadap topik finansial. Perusahaan mengklaim lebih dari 200 juta pertanyaan terkait keuangan diajukan ke ChatGPT setiap bulan.
Meski begitu, OpenAI menegaskan fitur ini memiliki sejumlah batasan keamanan penting. ChatGPT tidak dapat memindahkan uang, melakukan transaksi, atau mengakses nomor rekening lengkap pengguna. Sistem hanya dapat melihat data seperti saldo rekening, riwayat transaksi, cicilan kartu kredit, investasi, dan pengeluaran rutin.
Walau begitu, kekhawatiran soal privasi dan keamanan data tetap menjadi perhatian utama. Sejumlah pengguna internet mempertanyakan seberapa aman data finansial sensitif jika diberikan kepada chatbot AI.
Sebagai respons, OpenAI menyatakan pengguna memiliki kontrol penuh terhadap akses data keuangan mereka. Pengguna dapat memutus koneksi rekening kapan saja melalui menu pengaturan aplikasi. Setelah sambungan diputus, data yang tersinkronisasi diklaim akan dihapus dari sistem ChatGPT dalam waktu 30 hari.
Selain itu, pengguna juga dapat melihat dan menghapus “financial memories” atau memori finansial yang tersimpan di ChatGPT, termasuk konteks seperti target tabungan, cicilan rumah, atau kebiasaan pengeluaran tertentu.
OpenAI juga menyediakan opsi agar data finansial pengguna tidak digunakan untuk melatih model AI perusahaan. Sementara itu, percakapan sementara atau temporary chats disebut tidak akan memiliki akses terhadap akun finansial yang terhubung.
Peluncuran ChatGPT Finance dinilai menjadi langkah strategis OpenAI untuk memperluas fungsi chatbot AI menjadi asisten pribadi yang lebih menyeluruh. Sebelumnya, OpenAI juga mengakuisisi tim di balik perusahaan rintisan keuangan pribadi Hiro untuk memperkuat pengembangan fitur ini.
Ke depan, OpenAI berencana menambahkan dukungan integrasi dengan Intuit. Dukungan tersebut nantinya memungkinkan ChatGPT membantu menganalisis dampak pajak dari penjualan saham hingga memperkirakan peluang persetujuan kartu kredit.
Namun di balik kemudahan tersebut, tantangan besar tetap membayangi. AI generatif masih memiliki risiko “halusinasi”, yakni kondisi ketika sistem menghasilkan jawaban yang terdengar meyakinkan tetapi sebenarnya tidak akurat. Dalam konteks keuangan, kesalahan semacam itu dapat berdampak serius terhadap keputusan finansial pengguna.
Kekhawatiran lain datang dari isu keamanan dan privasi. Sejumlah pengamat menilai kombinasi data finansial pribadi, iklan, dan jutaan percakapan pengguna dalam satu platform akan menarik perhatian regulator di berbagai negara.
Fitur ChatGPT Finance memang menawarkan pengalaman baru dalam pengelolaan keuangan pribadi dengan pendekatan yang lebih praktis dan personal. Namun, pengguna tetap perlu mempertimbangkan secara matang risiko privasi dan keamanan sebelum menghubungkan data rekening mereka ke layanan AI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online
















































