OMC di IKN Dimulai, 800 Kg Garam Disemai untuk Picu Hujan

3 hours ago 8

Newswire

Newswire Minggu, 23 Agustus 2026 00:57 WIB

OMC di IKN Dimulai, 800 Kg Garam Disemai untuk Picu Hujan

Kawasan titik nol Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. ANTARA/Bagus Purwa/pri.

Harianjogja.com, BALIKPAPAN—Sebanyak 800 kilogram garam disemai dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hari pertama untuk memicu hujan di sejumlah titik yang berpotensi mengalami pertumbuhan awan di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (22/8/2026).

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan penyemaian dilakukan sekitar 20–30 mil di utara IKN. Sejumlah wilayah yang menjadi sasaran antara lain kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tengin dan DAS Sepaku.

Kedua DAS tersebut menjadi sumber cadangan air bagi kawasan IKN. OMC dilakukan untuk meningkatkan curah hujan sehingga pasokan air ke sejumlah embung dan intake dapat bertambah.

"Operasi hari pertama difokuskan untuk memicu hujan di titik-titik yang memasok air ke embung dan intake. Tujuannya agar volume cadangan air bisa kembali naik," ujar Danis di Balikpapan, Sabtu.

Menurut dia, pelaksanaan OMC akan dilanjutkan pada Minggu (23/8/2026). Lokasi penyemaian akan disesuaikan dengan perkembangan awan dan kondisi atmosfer setiap hari.

Sementara itu, Komandan Lanud Dhomber Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana mengatakan OMC tersebut dijadwalkan berlangsung selama enam hari, yakni 22–27 Agustus 2026.

Pada hari pertama, pesawat Casa 212 A-2105 milik TNI AU terbang dari Base Ops Lanud Dhomber sekitar pukul 16.00 Wita untuk membawa bahan semai berupa garam natrium klorida (NaCl).

Pesawat produksi PT Dirgantara Indonesia tersebut diterbangkan Kapten Pnb Tsalis Fahmi bersama kru Skadron 21 Lanud Abdurachman Saleh.

Pesawat Casa 212 A-2105 memiliki kemampuan terbang hingga empat jam dengan kapasitas angkut bahan semai maksimal 800 kilogram.

Data BMKG Balikpapan menunjukkan pertumbuhan awan potensial pada musim kemarau saat ini relatif terbatas. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan OMC perlu dilakukan lebih awal agar awan yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan hujan.

Pemantauan kondisi atmosfer dilakukan secara berkala untuk menentukan lokasi penyemaian yang dinilai paling optimal dalam memicu pertumbuhan hujan.

Selain menggelar OMC, Otorita IKN menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan air bersih di kawasan tersebut.

Salah satunya dengan mengupayakan interkoneksi antara Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sepaku. Upaya tersebut ditujukan untuk menyeimbangkan volume air di tengah kondisi cuaca kering.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|