Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), tepatnya di pertigaan Wuni, Padukuhan Gembuk, Tepus, Kapanewon Tepus, Minggu (3/5/2026) pagi. Insiden yang terjadi pada pukul 09.45 WIB itu mengakibatkan seorang pengendara motor meninggal dunia.
Saat itu, sepeda motor Honda Scoopy AB 5696 MR yang dikendarai Diyan Romadoni berboncengan dengan Febriani Ihsana Putri melaju dari arah barat menuju Pantai Ngitun.
Di waktu bersamaan, sepeda motor Suzuki Shogun AB 5926 BC yang dikendarai Purwo Suharno (76), warga Padukuhan Gembuk, melintas dan berusaha menyeberang jalan. Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari.
Akibat benturan tersebut, Purwo Suharno mengalami luka serius di bagian wajah dan sempat tidak sadarkan diri. Ia langsung dilarikan ke RSUD Wonosari, namun nyawanya tidak tertolong.
Sementara itu, pengendara Honda Scoopy hanya mengalami luka ringan di bagian kaki dan wajah. Kondisinya tidak membahayakan dan telah mendapatkan penanganan medis.
“Korban yang meninggal satu, atas nama Mbah Purwo,” kata Kapolsek Tepus, AKP Suryanto, Minggu (3/5/2026).
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dua kendaraan yang terlibat kecelakaan juga telah diamankan sebagai barang bukti.
Kerusakan cukup parah terlihat pada sepeda motor Suzuki Shogun di bagian depan, sementara Honda Scoopy hanya mengalami kerusakan ringan seperti lecet dan spion terlepas.
Polisi mengingatkan bahwa kondisi JJLS yang mulus dan lebar sering kali membuat pengendara lengah dan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Situasi ini meningkatkan potensi kecelakaan, terutama di titik-titik persimpangan seperti pertigaan Wuni.
“Kami terus mengimbau kepada pengguna jalan untuk tertib berlalu lintas, tidak kebut-kebutan di jalan. Sebab, kecelakaan tidak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga orang lain,” kata Suryanto.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya warga lokal yang kerap menyeberang di jalur tersebut tanpa perlindungan memadai. Dengan meningkatnya mobilitas menuju kawasan wisata pantai di Gunungkidul, kewaspadaan ekstra menjadi kunci untuk mencegah korban berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

















































