97 Sekolah Rakyat Ditarget Beroperasi Juli, Prioritaskan Anak Miskin

2 hours ago 1

97 Sekolah Rakyat Ditarget Beroperasi Juli, Prioritaskan Anak Miskin Foto ilustrasi sekolah rakyat, dibuat menggunakan AI ChatGPT.

Harianjogja.com, SURABAYA—Pemerintah memacu pembangunan infrastruktur pendidikan dengan target pengoperasian 97 gedung permanen Sekolah Rakyat pada Juli 2026 mendatang. Program strategis ini dirancang khusus untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan kelompok rentan di berbagai penjuru Tanah Air.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa proses pembangunan saat ini tengah berlangsung intensif di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum. “Di 97 titik sekarang ini sedang dikerjakan pembangunan gedung sekolah rakyat oleh Kementerian Pekerjaan Umum,” jelasnya saat meninjau proyek di Surabaya, Minggu (3/5/2026).

Kapasitas Besar dan Fasilitas Terpadu

Dari total lokasi pembangunan tersebut, sebanyak 67 titik diproyeksikan selesai tepat waktu. Adapun sisanya akan tetap difungsikan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar meskipun proses penyelesaian bangunan masih terus berjalan.

Setiap gedung Sekolah Rakyat dirancang sebagai pusat pendidikan terpadu dengan kapasitas daya tampung mencapai 1.000 siswa, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Fasilitas yang disediakan pun sangat komprehensif guna menunjang kualitas belajar siswa.

“Gedung ini nanti bisa menampung 1.000 siswa SD, SMP, dan SMA, dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan, asrama, laboratorium, UKS, serta sarana ekstrakurikuler lainnya,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.

Strategi Penjangkauan Langsung

Gus Ipul menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi nasional pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan, dengan sasaran utama anak-anak yang putus sekolah atau berisiko tinggi berhenti sekolah karena kendala ekonomi.

Berbeda dengan institusi pendidikan formal pada umumnya, Sekolah Rakyat menerapkan sistem penerimaan siswa yang proaktif. Pemerintah tidak akan membuka pendaftaran secara umum, melainkan melakukan penyisiran langsung ke lapangan.

“Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran, kita menjangkau,” tegasnya guna memastikan bantuan pendidikan tersebut tepat sasaran bagi keluarga yang membutuhkan.

Visi Besar Pengentasan Kemiskinan

Ke depan, pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota di Indonesia memiliki minimal satu gedung permanen Sekolah Rakyat. Jika target pembangunan 500 gedung berhasil direalisasikan, diperkirakan lebih dari 500.000 siswa dapat terfasilitasi pendidikannya.

“Kalau ada 500 gedung permanen Sekolah Rakyat, kapasitasnya bisa lebih dari 500.000 siswa. Ini bagian dari pengentasan kemiskinan,” imbuh Gus Ipul.

Seusai meninjau lokasi, Gus Ipul turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surabaya atas kesigapannya dalam menyediakan lahan pembangunan. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini dinilai menjadi kunci utama dalam mempercepat realisasi program prioritas nasional tersebut demi masa depan generasi muda Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|