REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Persediaan minyak dunia dilaporkan mengalami penurunan tajam seiring dengan berkecamuknya perang AS-Israel melawan Iran. Berdasarkan laporan Bloomberg yang dikutip Middle East Eye, Sabtu(9/5/2026), konflik tersebut telah menghambat arus minyak mentah dari kawasan Teluk menyusul penutupan terhadap Selat Hormuz.
Data menunjukkan bahwa cadangan minyak dunia menyusut sekitar 4,8 juta barel per hari dalam periode 1 Maret hingga 25 April. Penurunan ini mendorong cadangan global menuju level terendah sejak 2018.
Sejumlah eksekutif energi mengungkapkan kepada Bloomberg bahwa tren penurunan ini kemungkinan besar akan terus berlanjut dalam jangka pendek selama gangguan pasokan masih terjadi. Mereka menambahkan, meski Selat Hormuz nantinya dibuka kembali, produksi dan pengiriman di seluruh Teluk diperkirakan tidak akan pulih dengan cepat.
Kondisi ini memaksa negara-negara konsumen bahan bakar utama untuk lebih bergantung pada cadangan strategis mereka. Penipisan cadangan global yang drastis ini dikhawatirkan dapat memicu situasi pasar yang sangat tidak stabil, bahkan setelah konflik di Timur Tengah berakhir.

3 hours ago
3
















































