Idmar wijaya
Eduaksi | 2026-08-14 17:20:33
Oleh: Dr. Idmar Wijaya,S.Ag.,M.Hum
(Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM Sumsel dan Dosen Prodi KPI FAI UM Palembang)
PENGANTAR.
Dalam persepsi Islam, kemerdekaan (الْحُرِّيَّة - al-hurriyyah) bukan sekadar kebebasan dari fisik dan penjajahan politik semata, melainkan pembebasan jiwa, akal, dan harkat martabat manusia dari segala bentuk perbudakan makhluk menuju penghambaan murni kepada Allah SWT.
1. Kemerdekaan Hakiki: Beribadah Hanya Kepada Allah
Kemerdekaan tertinggi adalah ketika seseorang terbebas dari perbudakan sesama manusia, hawa nafsu, dan takhta dunia
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Artinya: "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (Adz-Dzariyat Ayat 56).
2. Pembebasan dari Penindasan dan Belenggu (Fisik & Jiwa)
Islam membawa misi untuk melepaskan manusia dari segala ikatan penindasan, hukum jahiliyah, serta perbudakan sosial.
وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ
Artinya: "Dan (Nabi) membebaskan beban-beban serta belenggu-belenggu yang ada pada mereka. (Al-A'raf Ayat 157)
3. Kemuliaan dan Kemerdekaan Diri Manusia
Allah SWT melahirkan manusia dalam keadaan suci dan merdeka. Tidak ada manusia yang berhak menindas manusia lainnya.
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا
Artinya: "Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami utamakan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas banyak makhluk yang telah Kami ciptakan." (Al-Isra' Ayat 70)
4. Kebebasan Berpikir dan Berkeyakinan
Islam melarang tegas segala bentuk pemaksaan dalam agama dan menghormati kebebasan akal budi manusia untuk memilih.
لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرَُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ
Artinya: "Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam). Sungguh, telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat (Al-Baqarah Ayat 256)
MENSYUKURI NIKMAT KEMERDEKAAN
1. Dimensi Spiritual (Menjaga Hubungan dengan Sang Pencipta)
Kemerdekaan adalah rahmat dan karunia besar dari Allah SWT, sebagaimana tertera dalam Pembukaan UUD 1945 ("Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa...").
· Mendoakan Para Pahlawan: Hendaknya senantiasa mendoakna untuk para pejuang dan pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan.
· Sujud Syukur dan Doa Bersama: Mengadakan majlis zikir, doa bersama, atau ibadah syukur atas kedamaian dan ketenteraman yang dirasakan bangsa hingga usia 81 tahun.
· Menjaga Ketaatan dan Moralitas: Menggunakan kebebasan yang ada untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketaatan, serta menjauhi kemaksiatan dan tindakan destructif yang merusak keberkahan negeri.
2. Dimensi Sosial dan Kemanusiaan (Menjaga Persatuan)
Kemerdekaan harus dirasakan dampaknya oleh seluruh lapisan masyarakat melalui kepedulian sosial dan kepatuhan pada nilai gotong royong.
· Memperkuat Silaturahmi dan Toleransi: Menjaga kerukunan antarumat beragama, suku, dan golongan serta merawat persatuan nasional dari ancaman perpecahan.
· Aksi Kepedulian Sosial: Mengisi momentum kemerdekaan dengan berbagi kepada sesama, seperti bakti sosial, santunan yatim, atau membantu warga yang kurang mampu.
· Menjauhi Fitnah dan Provokasi: Menggunakan kebebasan berpendapat secara bijak dengan tidak menyebarkan berita bohong (hoaks), fitnah, atau ujaran kebencian yang memecah belah.
3. Dimensi Karya dan Profesionalisme (Kontribusi Nyata)
Bentuk rasa syukur tertinggi seorang warga negara adalah dengan menjalankan tugas dan perannya secara jujur dan optimal.
· Bekerja dengan Integritas: Menjalankan profesi—baik sebagai pejabat, ASN, dosen, guru, tenaga medis, pekerja swasta, maupun wiraswasta—dengan penuh amanah dan bebas dari korupsi.
· Meningkatkan Kapasitas Diri: Terus belajar dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi untuk membawa Indonesia bersaing secara global di usia yang semakin matang ini.
· Mendukung Produk dan Karya Anak Bangsa: Mengapresiasi dan memanfaatkan hasil karya serta industri dalam negeri demi kemandirian ekonomi nasional.
4. Dimensi Lingkungan dan Kewarganegaraan
Kemerdekaan berarti memiliki tanggung jawab untuk menjaga tanah air yang telah diwariskan.
· Merawat Lingkungan Hidup: Menjaga kebersihan, melestarikan alam, serta tidak merusak fasilitas umum sebagai bentuk kepedulian pada bumi pertiwi.
· Taat Hukum dan Aturan: Menjadi warga negara yang tertib hukum dan berkontribusi aktif dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

2 hours ago
6














































