Menpar Sebut Desainer Jadi Kunci Promosi Budaya Indonesia Lewat Wastra

4 hours ago 4

Newswire

Newswire Minggu, 02 Agustus 2026 23:27 WIB

Menpar Sebut Desainer Jadi Kunci Promosi Budaya Indonesia Lewat Wastra

Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana. /[email protected].

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai para desainer memiliki peran strategis dalam memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia melalui karya fesyen yang mengangkat kekayaan wastra Nusantara. Menurutnya, karya para perancang busana tidak hanya menghadirkan nilai estetika, tetapi juga menjadi media untuk menarasikan identitas budaya bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Widiyanti saat menutup Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta, Minggu. Ia mengatakan keberhasilan Indonesia mengenalkan wastra di tingkat internasional tidak terlepas dari dedikasi para desainer yang mampu mengolah warisan budaya menjadi karya yang relevan, inovatif, dan membanggakan.

"Seseorang mungkin pertama kali mengenal ulos melalui sebuah koleksi di atas panggung peragaan busana. Namun setelah itu, ia mulai bertanya, dari mana asal kain ini, siapa yang membuatnya, dan di mana budaya itu berkembang. Rasa ingin tahu itulah yang menjadi awal dari diplomasi budaya," ujarnya.

Menurut Widiyanti, rasa ingin tahu tersebut dapat mendorong wisatawan datang langsung ke suatu daerah untuk mengenal budaya setempat. Ia mengaku memiliki pengalaman berkesan saat mengunjungi Danau Toba, terutama ketika melihat ulos masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

"Di balik setiap lembar ulos terdapat tangan-tangan terampil para perempuan Batak yang menjaga tradisi tersebut tetap hidup dan diwariskan lintas generasi," katanya.

Wastra Perkuat Destination Branding

Widiyanti menilai kekayaan budaya yang tercermin melalui wastra menjadi fondasi penting dalam membangun destination branding Indonesia. Ia juga melihat semakin banyak wisatawan mancanegara yang menjadikan aktivitas berburu wastra sebagai bagian dari pengalaman berwisata di Indonesia.

Wisatawan, kata dia, tidak hanya mengunjungi butik para desainer, tetapi juga mendatangi galeri hingga berbagai sentra wastra di daerah untuk mencari cerita, keterampilan, dan identitas budaya yang melekat pada setiap karya.

Karena itu, Kementerian Pariwisata terus memperkuat program shopping tourism sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berkualitas. Indonesia dinilai memiliki modal besar berupa keberagaman wastra yang didukung kreativitas para desainer dalam mengangkat warisan budaya ke panggung internasional.

Widiyanti berharap semakin banyak karya desainer Indonesia yang mampu menginspirasi dunia sekaligus menarik wisatawan untuk mengenal Indonesia melalui kekayaan budaya dan kreativitas anak bangsa.

Fesyen Jadi Media Cerita Identitas Bangsa

Dalam kesempatan tersebut, Widiyanti juga menegaskan bahwa fesyen bukan sekadar busana, melainkan cara sebuah bangsa memperkenalkan jati dirinya kepada dunia.

Menurutnya, Indonesia Fashion Week membuktikan bahwa industri fesyen dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

Ia mengapresiasi tema IFW 2026, yakni "Threads of North Sumatra: Ulos Simetria", yang mengajak masyarakat melihat bahwa selembar ulos menyimpan kisah masyarakat Batak ketika diterjemahkan ke dalam karya para desainer Indonesia.

Widiyanti menilai ulos hadir bukan hanya sebagai ekspresi kreativitas, tetapi juga sebagai media memperkenalkan karakter budaya Indonesia kepada dunia.

Di akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta seluruh pihak yang telah menyukseskan Indonesia Fashion Week 2026 dan menghadirkan karya-karya terbaik desainer Indonesia sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya bangsa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|