Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027. Target tersebut disiapkan sebagai tahapan menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan pada 2029.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah akan mempercepat perputaran aktivitas ekonomi dan memperkuat sektor riil untuk mendorong konsumsi serta investasi. Strategi tersebut dipaparkan dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
“Yang pada tahun 2027 ditargetkan sebesar 5,8 persen sampai dengan 6,5 persen sebagai transmisi menuju pertumbuhan 8 persen pada tahun 2029,” kata Purbaya.
Purbaya menjelaskan, pemerintah akan mengoptimalkan sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan agar saling memperkuat dalam menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Selain itu, pemerintah akan mempercepat investasi bernilai tambah tinggi yang berorientasi ekspor. Salah satu instrumen yang diandalkan adalah penguatan peran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk mempercepat investasi produktif pada sektor-sektor strategis dan menarik partisipasi investor global.
“Investasi yang dilakukan difokuskan pada sektor-sektor strategis yang mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global dan menyerap tenaga kerja dengan keterampilan dan tingkat upah yang lebih baik,” ujar Purbaya.
Pemerintah juga menargetkan peningkatan daya beli masyarakat melalui efektivitas program perlindungan sosial, stabilitas harga, pengendalian inflasi, serta perluasan kesempatan kerja. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi nasional.
Sejumlah program prioritas pemerintah juga akan terus diperkuat untuk memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Program-program tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan Sekolah Rakyat.
Menurut Purbaya, berbagai program prioritas tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menciptakan efek berganda terhadap aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
“Berbagai program prioritas terus didorong lebih efektif dan berkualitas sehingga menciptakan multiplier effect yang luas,” tutur Purbaya.
sumber : Antara

2 hours ago
2














































