REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Beralih ke kendaraan hybrid kini bukan lagi sekadar mengikuti tren elektrifikasi, tetapi juga soal efisiensi pengeluaran. Menjawab tren tersebut, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menghadirkan Mitsubishi New Xforce HEV sebagai SUV hybrid yang menawarkan konsumsi bahan bakar hemat, biaya operasional rendah, serta kemudahan penggunaan sehari-hari.
Seluruh keunggulan itu dapat dipelajari lebih dekat melalui area khusus dan sesi test drive di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang akan berlangsung sampai 9 Agustus mendatang.
Lebih jauh dengan satu tangki, lebih hemat di kantong
Salah satu daya tarik utama Mitsubishi New Xforce HEV adalah efisiensi bahan bakarnya. Dibekali tangki berkapasitas 42 liter, SUV hybrid lima penumpang ini mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dalam sekali pengisian penuh, bergantung pada kondisi jalan dan gaya mengemudi. Kemampuan tersebut dibuktikan pembalap nasional Rifat Sungkar saat mengemudikannya dari Jakarta menuju Bali bersama navigator Juju Margono dengan jarak tempuh hingga 1.172 kilometer hanya menggunakan satu tangki bahan bakar.
Dengan kecepatan rata-rata sekitar 70-80 kilometer per jam dalam pengujiannya, konsumsi bahan bakarnya mencapai sekitar 27,9 kilometer per liter. Menurut Rifat, efisiensi tersebut membuat pengemudi tidak perlu terlalu sering mampir ke SPBU. "Saya rasa mobil ini akan dicintai sekali oleh ibu-ibu rumah tangga karena jarang isi bensin nantinya," ujar Rifat.
Hasil tersebut juga diperkuat pengujian MMKSI bersama sejumlah awak media otomotif di berbagai kondisi jalan di Jabodetabek, mulai dari kemacetan perkotaan, jalan tol, hingga rute yang lebih menantang. Salah satu hasil batas bawah dengan pengemudian agresif menunjukkan konsumsi 20,5 kilometer per liter. Jika dirata-ratakan dengan hasil pengujian Rifat, konsumsi bahan bakar New Xforce HEV berada di kisaran 24,2 kilometer per liter, menunjukkan efisiensi yang tetap terjaga pada karakter jalan yang berbeda.
Bahkan jika kita mengambil angka yang lebih konservatif, yakni 22 kilometer per liter, biaya operasionalnya tetap menarik. Seorang pekerja yang tinggal di Cibubur dan setiap hari pulang pergi ke kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, sejauh sekitar 55 kilometer misalnya, hanya membutuhkan sekitar 2,5 liter bahan bakar per hari.
Dengan harga Pertamax 92 per 1 Agustus sebesar Rp15.950 per liter, biaya BBM yang dikeluarkan sekitar Rp39.875 per hari, Rp199.375 per pekan, atau sekitar Rp877.250 selama 22 hari kerja dalam sebulan.

3 hours ago
10

















































