Jumali Senin, 08 Juni 2026 20:27 WIB

Marc Marquez menjadi pembalap tercepat pada sesi practice di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria, Jumat (15/8/2025). (MotoGP)
Harianjogja.com, JOGJA— Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, sukses menutup MotoGP Hungaria 2026 dengan hasil sempurna setelah memenangi balapan sprint dan balapan utama di Sirkuit Balaton Park, Minggu (7/6/2026).
Kemenangan tersebut menjadi momen spesial bagi pembalap asal Spanyol itu karena merupakan kemenangan grand prix pertamanya sejak terakhir kali naik podium tertinggi di Misano pada musim lalu.
Meski berhasil kembali merasakan kemenangan, Marquez mengaku emosional. Ia menilai keberhasilan tersebut terasa sangat mahal karena harus melewati masa pemulihan panjang setelah mengalami cedera bahu kanan serius saat balapan di Indonesia.
Cedera tersebut bahkan membuatnya kembali menjalani operasi akibat gangguan saraf yang muncul beberapa pekan setelah insiden.
"Maksud saya, tentu saja, ini adalah comeback lainnya. Comeback ini belum sepenuhnya selesai karena meskipun kami menang, ini adalah sirkuit kidal. Hanya ada tiga tikungan kanan dengan titik pengereman keras, jadi ini membantu saya untuk bernapas," kata Marquez dikutip dari Crash.net, Senin (8/6/2026).
Ia mengakui kemenangan di Hungaria menjadi penanda kebangkitan, tetapi proses pemulihan belum sepenuhnya selesai.
"Hari ini kami melakukan comeback lagi, kami menang lagi, kami meraih 37 poin, dan ini adalah sesuatu yang saya rasa mungkin kemenangan ini terlalu mahal, karena sejak Indonesia saya telah banyak menderita," ujarnya.
Marquez menjelaskan kemenangan tersebut diraih melalui pertarungan sengit melawan Pedro Acosta. Duel keduanya berlangsung ketat dan menguras energi, terutama saat Marquez berusaha mengambil alih posisi.
"Bahu saya terasa kosong. Ketika saya menyalip Acosta, saya menghabiskan banyak energi di sana. Itu adalah pertarungan yang bagus," katanya.
Setelah berhasil melewati Acosta, Marquez sempat mencoba membuka jarak. Namun ia terkejut ketika menyadari balapan masih menyisakan banyak lap.
"Saya menekan selama dua lap, lalu saya membatin, 'Oke, sekarang tinggal berapa lap lagi?' Dan ternyata masih ada 10 lap tersisa," ujarnya.
Menurut Marquez, duel dengan Acosta berjalan keras tetapi tetap dalam batas sportivitas. Ia menilai pembalap muda Spanyol tersebut memiliki karakter agresif, terutama saat memasuki area pengereman.
"Ketika seorang petarung bertemu dengan petarung lainnya, maka pertempuran itu akan tercipta. Kita tahu Pedro sangat agresif dengan titik pengereman yang keras," kata Marquez.
Ia mengungkapkan keduanya sempat beberapa kali bersentuhan di lintasan. Namun, masing-masing tetap memberikan ruang sehingga duel berlangsung aman.
"Kami sempat melakukan dua atau tiga kali kontak, tetapi selalu dengan ruang yang tepat. Itu adalah pertarungan yang bagus selama dua lap. Saya pikir lebih baik hanya dua lap karena jika lebih lama, saya atau dia mungkin tidak akan menyelesaikan balapan dengan baik," ujarnya.
Kemenangan di Balaton Park membuat Marquez mengemas total 37 poin dari sprint race dan balapan utama. Hasil tersebut menjadi modal penting untuk memperbaiki posisinya dalam persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































